Curhat Warga Klaten Bansos Corona Disunat hingga Rp 500 Ribu di RT

Achmad Syauqi - detikNews
Minggu, 07 Jun 2020 19:31 WIB
Kantor Desa Carikan, Kecamatan Juwiring, Klaten
Foto: Balai Desa Carikan, Kecamatan Juwiring, Klaten (Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Sejumlah warga di Desa Carikan, Kecamatan Juwiring, Klaten mengeluh bantuan sosial (bansos) terdampak virus Corona atau COVID-19 di wilayahnya disunat hingga Rp 500 ribu. Alasan pemotongan itu untuk dibagi rata ke tetangga di satu RT.

Bansos yang dipotong itu berupa bantuan sosial tunai (BST), maupun bantuan langsung tunai (BLT) yang berasal dari Dana Desa. Besaran pemotongan ada yang Rp 300-500 ribu.

"Saya terima BST tahap I dari pemerintah Rp 600.000, dikumpulkan di RT dan dibagi untuk pemerataan tinggal menerima Rp 150 ribu. RT lain malah tinggal menerima Rp 100 ribu per orang," kata salah seorang warga yang tak mau disebutkan namanya kepada wartawan, Minggu (7/6/2020).

Warga itu pun mengaku terpaksa menerima duit bansosnya disunat karena diancam akan dikucilkan. Dia menambahkan BST tahan kedua, sudah cair pada pekan lalu.

"Sudah cair lewat Pos Rp 600 ribu tetapi belum saya serahkan ke pengurus RT Rp 450 ribu seperti tahap pertama. Tapi saya lalu diancam jika tidak mau bermasyarakat jika nanti ada apa-apa warga tidak tahu menahu," sambungnya.

Hal senada juga disampaikan pria yang bekerja sebagai buruh ini. Dia menyebut dari dana BLT Dana Desa senilai Rp 600 ribu, dia hanya menerima Rp 300 ribu. Alasannya pun sama-sama untuk pemerataan.

"RT-RT lain kabarnya juga sama. Cuma besaran yang dipotong beda-beda," ujarnya.

Tonton video 'Tak Dapat Bansos, Puluhan Emak Kepung Kantor Desa Ciasem Girang!':

Selanjutnya
Halaman
1 2