Begini Pendapat Gus Yasin soal Salat Jumat 2 Gelombang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 05 Jun 2020 14:53 WIB
Suasana salat Jumat di Kantor Pemprov Jateng
Foto: Suasana salat Jumat di kantor Pemprov Jateng, Jumat (5/6/2020). (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin berpendapat salat Jumat bisa dilakukan dua gelombang. Selama pandemi virus Corona (COVID-19) ini ia juga rutin salat Jumat hanya dengan stafnya kemudian melakukan salat I'adah.

Gus Yasin mengatakan salat Jumat memiliki waktu yang sama dengan salat Zuhur yaitu ketika matahari mulai bergeser hingga waktu salat asar, sehingga bisa dilakukan dalam kurun waktu tersebut yang berarti bisa dua gelombang.

"Nggak papa sih, jadi salat Jumat itu waktunya tidak harus di awal. Waktunya sama dengan salat zuhur, yaitu mulai dari bergesernya matahari sampai waktu asar," kata Gus Yasin di Gedung Gradhika Bakti Praja, Jumat (5/6/2020).

"Jadi silakan mau melakukan shiftnya kapan, mau melakukan salat Jumatnya jam berapa monggo disesuaikan," imbuhnya.

Namun Gus Yasin menegaskan ada mazhab Imam Syafii yang berpendapat jika masjid besar sudah menggelar salat Jumat maka di daerah-daerah segera mengikuti.

"Akan tetapi memang ada sebagian ulama berpendapat seperti Imam Syafii, berpendapat yang kalau di sebuah daerah itu sudah ada yang melakukan salat Jumat, misal di masjid-masjid Jami, di sini ada Baiturrahman yang ada di Jateng melakukan salat Jumat, yang lain melakukan salat Jumat di daerah masing-masing, itu boleh dilakukan dan ada yang menganjurkan itu sudah cukup," jelas Gus Yasin.

Selanjutnya
Halaman
1 2