Tampung Pengungsi Banjir Rob Pekalongan di Masa Pandemi, BPBD Lakukan Ini

Robby Bernardi - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 14:28 WIB
BPBD Kota Pekalongan bicara soal pengungsian banjir rob di tengah pandemi Corona, Rabu (3/6/2020).
Kepala BPBD Kota Pekalongan Sasmitha (Robby Bernardi/detikcom)
Kota Pekalongan -

Banjir rob yang menggenangi permukiman warga di Kota Pekalongan membuat 150 orang mengungsi ke tempat yang lebih aman. BPBD Kota Pekalongan mengungkap upaya protokol kesehatan di lokasi pengungsian.

"Ya, kami sudah lakukan sosialisasi untuk jaga jarak di tempat pengungsian. Kami juga sudah berikan masker untuk dipakai. Untuk pengungsian kali ini kebetulan jumlahnya sedikit. Jadi bisa kita atur untuk jaga jarak satu sama lainnya," ujar Kepala BPBD Kota Pekalongan Sasmitha kepada detikcom, Rabu (3/6/2020).

Sementara itu, sebagai antisipasi membeludaknya jumlah pengungsi pada puncak banjir rob yang diperkirakan terjadi pada pertengahan bulan ini, BPBD Kota Pekalongan menyiapkan titik pengungsian lainnya. Lokasi pengungsian tersebut adalah Stadion Hoegeng, Pekalongan.

Banjir air laut atau rob kembali menggenangi permukiman warga di Kota Pekalongan. Luapan air mulai masuk di permukiman Kelurahan Slamaran pada dini hari tadi.Banjir air laut atau rob kembali menggenangi permukiman warga di Kota Pekalongan. Luapan air mulai masuk di permukiman Kelurahan Slamaran pada dini hari tadi. (Robby Bernardi/detikcom)

"Yang pengalaman (banjir akibat hujan) kemarin, Stadion Hoegeng bisa menampung ribuan pengungsi. La nanti kita siasati untuk mengatur sedemikian rupa agar tetap bisa berjaga jarak," jelas Sasmitha.

Pihaknya juga akan menyiapkan petugas di pos-pos pengungsian untuk mengingatkan warga tetap mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Corona dan banjir rob kali ini.

Tonton juga video 'Puluhan Hektar Sawah di Polman Gagal Panen Akibat Banjir':

(sip/ams)