Warga Yogya Hari Ini Mengenang #14TahunGempaJogja

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Rabu, 27 Mei 2020 11:46 WIB
Ilustrasi Gempa Bumi Umum
Ilustrasi. (Foto: Mindra Purnomo)
Yogyakarta -

Hari ini, tepat 14 tahun berlalu sejak kejadian gempa bumi yang meluluhlantakkan wilayah DIY pada 27 Mei 2006 pagi. Terutama Kabupaten Bantul yang menjadi pusat kejadian gempa. Namun, dampak dan trauma tidak hanya dirasakan oleh warga Bantul.

Riando Elang Desilva (24), warga Maguwoharjo, Depok, Sleman menceritakan kembali bagaimana dahsyatnya gempa dengan skala 5,7 SR.

"Saya masih duduk dikelas 4 SD, seperti biasa sebagai siswa SD yang jarak dari rumah ke sekolah sekitar 14 km, saya harus bangun pagi dan bersiap untuk bersekolah," kata Riando mengawali cerita saat dihubungi detikcom, Rabu (27/5/2020).

"Biasanya saya bangun pukul setengah 6 pagi dan kemudian saya mandi dan menyiapkan sarapan saya sendiri," lanjutnya.

Riando mengatakan, tidak ada yang berbeda di pagi itu sebelum tiba-tiba goncangan keras menghantam seisi rumah.

"Diawali dari suara gemuruh yang saya yakin adalah suara atap rumah yang bergoyang seperti sedang ada kucing berlarian karena kebelet kawin," ungkapnya.

Seketika, Riando tidak bisa bergerak. Ini pengalaman pertamanya merasakan gempa yang dahsyat.

"Sungguh pengalaman pertama saya merasakan sekujur tubuh tidak bisa berdiri karena takut dan goncangan yang begitu keras, saya ditarik oleh ibu untuk keluar, karena panik dan tidak tau apa yang terjadi saya hanya menangis, ibu saya masih berusaha membuka pintu yang terkunci," bebernya.

Setelah berusaha cukup keras kemudian kami berhasil keluar. Di luar, kami melihat tetangga kanan kiri rumah saling memeluk," lanjutnya.

Selang beberapa saat setelah gempa berakhir, dia mengecek kondisi rumah dan tidak ada kerusakan.

Simak juga video 'Sebelum Dentuman di Jakarta, Ada Gempa M 2,4 Gunung Anak Krakatau':

Selanjutnya
Halaman
1 2