Meski Sepi, Pedagang Bunga Ziarah Asal Boyolali Tetap Jualan Sampai Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 25 Mei 2020 14:54 WIB
Penjual bunga tabur makam di Kota Kecamatan Delanggu, Senin (25/5/2020).
Penjual bunga tabur makam di Kota Kecamatan Delanggu, Senin (25/5/2020). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Sepinya pembeli karena pandemi virus Corona (COVID-19) tak menyurutkan para pedagang bunga ziarah untuk berjualan. Seperti pedagang asal Boyolali yang berjualan sampai Klaten.

"Sepi. Sebab banyak yang tidak mudik sehingga tidak banyak orang berziarah kubur ke makam leluhur," ungkap Sarbini, penjual bunga warga Desa Tambak, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali saat ditemui di Stasiun Delanggu, Senin (25/5/2020).

Sarbini menjelaskan penjual bunga tabur makam tahun ini benar-benar terpukul. Sebab sehari untuk menjual 10 tas plastik kresek kecil atau keranjang kecil susah.

"Sehari menjual 10 kresek atau keranjang susah. Hari pertama lebaran saja tidak sampai 10 kresek lakunya, padahal tahun sebelumnya bisa 20-30 keranjang," terang Sarbini.

Penjual bunga tabur makam di Kota Kecamatan Delanggu, Senin (25/5/2020).Penjual bunga tabur makam di Kota Kecamatan Delanggu, Senin (25/5/2020). Foto: Achmad Syauqi/detikcom

Padahal dari sisi harga, lanjut Sarbini, tahun ini lebih murah. Sekarang sekeranjang kecil hanya dijual Rp 20.000, padahal tahun lalu Rp 30.000 berisi berbagai bunga campuran.

"Harga Rp 20.000 saja sepi. Biasanya paling ramai hari pertama setelah salat Idul Fitri warga ke makam tapi tahun ini hal itu tidak terjadi sebab salatnya di rumah," lanjut Sarbini.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2