Seruan Sultan HB X: Salat Idul Fitri di Rumah dan Tidak Mudik

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 18 Mei 2020 22:19 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Senin (18/5/2020).
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Senin (18/5/2020). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)

Tausiah tersebut juga menindaklanjuti fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 tentang panduan kaifiat takbir dan salat Idul Fitri saat pandemi COVID-19. Selain itu juga menindaklanjuti SK Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 65/Kep/2020 tentang menetapkan status tanggap Darurat Bencana COVID-19.

"Menyarankan dan mengimbau penyelenggaraan ibadah salat sunah Idul Fitri diselenggarakan di rumah," katanya melalui pesan singkat kepada detikcom, Kamis (14/5).

Makhrus menjelaskan ketentuan hukum salat Id. Pertama, salat Id hukumnya sunah muakaddah sehingga boleh dilakukan sendiri tanpa khotbah atau dilakukan berjemaah dengan khotbah dan khotbah itu hukumnya bukan rukun.

Kedua, setiap orang wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang dapat menyebabkan terpapar penyakit, karena hal itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama (al-Dharuriyat al-Khams).

"Karena itu, pada kondisi darurat seperti sekarang ini, dan pada saat sampainya tanggal 1 Syawal 1441 H kondisi masih dikhawatirkannya risiko penularan COVID-19, maka salat sunah Idul fitri dianjurkan diselenggarakan di rumah masing-masing," katanya.

"Karena jika dilakukan di masjid atau di lapangan yang melibatkan banyak orang dikhawatirkan berpeluang terjadinya penularan virus secara massal," lanjut Makhrus.

Halaman

(rih/rih)