Kasus Corona di Yogya Capai 153, 3 Kasus Baru di Antaranya Klaster Indogrosir

Pradito Rida Pertana - detikNews
Minggu, 10 Mei 2020 16:42 WIB
Peringatan waspada virus Corona di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Jumat (1/5/2020).
Foto: Peringatan waspada virus Corona di Titik Nol Kilometer Yogyakarta. (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Terdapat tujuh kasus baru positif virus Corona atau COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diumumkan hari ini. Sehingga jumlah kasus positif virus Corona di DIY menjadi 153 orang. Sedangkan untuk pasien yang sembuh dan pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal masing-masing bertambah 1.

"Untuk hari ini ada penambahan sebanyak 7 kasus, sehingga jumlah kasus positif COVID-19 di DIY menjadi 153 kasus," kata Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih melalui keterangan tertulis, Minggu (10/5/2020).

Berty menjelaskan, tambahan 7 kasus itu masing-masing kasus 149, perempuan, 57 tahun, warga Bantul; kasus 150, perempuan 38 tahun warga Sleman; kasus 151, laki-laki 55 tahun warga Sleman; kasus 152, laki-laki 37 tahun warga Sleman; kasus 153, laki-laki 28 tahun WNA India; kasus 154, laki-laki 76 tahun WNA India dan kasus 155, laki-laki 28 tahun warga Sleman. Dari hasil tracing, sebagian besar merupakan klaster Indogrosir dan jemaah tablig.

"Kasus 149 bagian dari cluster Gereja, kasus 150 dan kasus 151 karyawan Indogrosir, kasus 152 kontak pasien positif, kasus 153 bagian dari cluster tablig, kasus 154 bagian dari cluster tablig dan untuk kasus 155 karyawan Indogrosir," ujarnya.

Untuk 2 WNA India tersebut sebelumnya ikut menjalani karantina di Gedung Balai Diklat Sempu, Bantul. Kepada mereka, beberapa hari lalu dilakukan rapid test ulang dan hasilnya reaktif. Selanjutnya mereka dibawa ke rumah sakit untuk menjalani tes swab dan hasilnya 2 orang positif terjangkit virus Corona.

Berty melanjutkan, terdapat alasan yang membuat pihaknya menyebut saat ini ada 153 kasus positif COVID-19 di DIY. Hal tersebut karena untuk kasus 17 dikembalikan ke daerah asal yakni, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah dengan status meninggal dunia.

Selain itu, atas kebijakan dari Public Health Emergency Operating Center (PHEOC), untuk kasus 37 dikembalikan ke daerah asalnya yakni, Pemalang, Jawa Tengah.

"Terjadinya kenaikan kasus yang ada saat ini bahwa kasus yang terkonfirmasi sebagian besar adalah hasil tracing kasus yang ada, menunjukkan upaya kita untuk memutus mata rantai penularan dilakukan optimal," katanya

"Sebagai contoh, seandainya kita tidak melalukan tracing pada kasus 79, maka tidak akan ditemukan kasus-kasus lainnya, apalagi kasus-kasus tersebut adalah OTG (orang tanpa gejala) yang sangat berpotensi menularkan lebih banyak," imbuh Berty.

Terlepas dari hal tersebut, Berty menyebut ada penambahan 1 orang pasien yang sembuh dari virus Corona. Pasien itu adalah kasus 79, laki-laki 45 tahun warga Sleman.

Selanjutnya
Halaman
1 2