Kasus Corona di Boyolali Bertambah Jadi 14 dan 21 PDP Meninggal

Ragil Ajiyanto - detikNews
Jumat, 08 Mei 2020 17:43 WIB
Jumpa pers kasus Corona di Boyolali, Jumat (8/5/2020).
Foto: Jumpa pers kasus Corona di Boyolali, Jumat (8/5/2020). (Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Kasus virus Corona atau COVID-19 di Boyolali bertambah satu menjadi 14 orang. Selain itu, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia juga bertambah menjadi 21 orang.

"Ada penambahan kasus baru dari Kecamatan Banyudono. Kami menerima hasil pemeriksaan laboratorium dari sampel swab yang dikirimkan salah satu rumah sakit di Surakarta, atas nama pasien saudara HM, yang menyatakan hasil pemeriksaan PCR-nya positif COVID-19," kata Ratri S Survivalina dalam keterangan pers di kantornya Jumat (8/5/2020).

Pasien tersebut merupakan warga Kecamatan Banyudono, Boyolali. Perempuan yang bekerja di sebuah rumah sakit di Solo tersebut, menjadi kasus nomor 014 di Boyolali.

"HM sekarang ini posisinya dirawat di sebuah rumah sakit di Surakarta," jelasnya.

Lina juga mengatakan, pasien dalam pengawasan yang meninggal dunia bertambah satu menjadi 21 orang. Seorang PDP yang meninggal dunia tersebut yakni seorang anak dari Kecamatan Ngemplak, Boyolali.

"Iya, tadi malam ada PDP satu yang meninggal. Itu sudah kita laksanakan proses pemulasarannya, selesai jam 3 pagi. Begitu persiapan untuk makamnya selesai, segera dilakukan proses pemakamannya. Sehingga hingga hari ini PDP yang meninggal dunia ada 21 orang," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2