Tewaskan 2 Pekerja, Tambang yang Longsor di Rembang Ditutup Polisi

Arif Syaefudin - detikNews
Kamis, 07 Mei 2020 14:39 WIB
Lokasi tambang longsor yang tewaskan dua pekerja di Rembang, Kamis (7/5/2020).
Lokasi tambang yang longsor dan tewaskan dua pekerja di Rembang, Kamis (7/5/2020). (Foto: Arif Syaefudin/detikcom)
Rembang -

Polres Rembang menutup sementara lokasi tambang yang longsor dan menewaskan dua orang pekerja serta melukai empat lainnya. Lokasi tambang di Desa Blimbing, Kecamatan Sluke tersebut saat ini dipasangi garis polisi.

"Kita dari kepolisian pasang police line, kita buat status quo. Kita berikan police line di sana, di pintu masuk, kita pasang imbauan, sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut dari Polda," kata Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto kepada wartawan saat menggelar olah TKP, Kamis (7/5/2020).

Dolly menjelaskan, kronologi kejadian bermula ketika para pekerja melakukan aktivitas penambangan di lokasi kejadian, Rabu (6/5) siang. Kemudian pada pukul 15.00 WIB tiba-tiba tebing setinggi sekitar 10 meter mengalami longsor dan menimpa sejumlah kendaraan dan pekerja di bawahnya.

Lokasi tambang longsor yang tewaskan dua pekerja di Rembang, Kamis (7/5/2020).Lokasi tambang yang longsor dan tewaskan dua pekerja di Rembang, Kamis (7/5/2020). Foto: Arif Syaefudin/detikcom

Atas kejadian itu, Dolly menengarai adanya kelalaian yang terjadi pada proses penambangan tersebut. Ia pun menduga, ada standar operasional prosedur (SOP) yang tidak dilakukan dalam aktivitas penambangan.

"Diduga adanya SOP yang tidak dilakukan. Kalau saya lihat beberapa tebing-tebing yang dikerok, dikeduk itu ada proses kesalahan yang tidak sesuai SOP. Karena itu ada dugaan tidak sesuai SOP. Penanganan terkait langkah kerjanya. Untuk sementara status quo, otomatis tidak boleh melakukan kegiatan," paparnya.