Pungli Sertifikat Tanah Ratusan Juta di Magelang, 3 Orang Jadi Tersangka

Eko Susanto - detikNews
Jumat, 01 Mei 2020 04:09 WIB
Jumpa pers dugaan korupsi sertifikasi tanah di Polres Magelang, Kamis (30/4/2020).
Jumpa pers dugaan korupsi sertifikasi tanah di Polres Magelang, Kamis (30/4/2020). (Foto: Dok. Polres Magelang)
Magelang -

Polres Magelang mengusut kasus dugaan korupsi berupa pungutan liar (pungli) dari program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Desa Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang tahun 2018. Polisi mengamankan barang bukti uang Rp 164 juta.

"Ada tiga tersangka yang sudah kita lakukan penyidikan. Ketika melakukan tindak pidana korupsi yang bersangkutan menjabat kasi pemerintahan desa, kepala desa dan sekretaris desa," kata Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Hadi Handoko dalam jumpa pers secara daring, Kamis (30/4/2020).

Ketiganya adalah mantan Kasi Pemerintahan Desa Wringinputih berinisial MH (60), mantan Kepala Desa Wringinputih berinisial SP (42) dan Sekretaris Desa Wringinputih berinisial ML (57).

Hadi menjelaskan, ketiga tersangka melakukan pungutan yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yakni Peraturan Keputusan Bersama Menteri ATR/BPN, Mendagri, Mendes PDTT, Peraturan Menteri ATR/BPN No 12 tahun 2017 tentang percepatan PTSL dan surat edaran Gubernur Jawa Tengah.

"Seharusnya dalam pengurusan PTSL ini biaya yang dikeluarkan hanya sebesar Rp 150 ribu saja, kemudian para pelaku melakukan pungutan bervariasi," terang Hadi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, jumlah pengajuan PTSL ini sebanyak 641, kemudian sertifikat yang sudah jadi sebanyak 634. Ketiga tersangka melakukan pungutan tak sesuai ketentuan mulai Rp 250 ribu hingga Rp 750 ribu.

"Kita berhasil mengamankan barang bukti uang sejumlah Rp 164.296.900. Kemudian ada beberapa barang bukti lagi yakni dokumen terkait pengurusan PTSL yang tidak sesuai dengan peraturan," ujarnya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2