Sarang Tawon Vespa yang Tewaskan Kakek di Klaten Dimusnahkan

Achmad Syauqi - detikNews
Sabtu, 25 Apr 2020 10:23 WIB
Petugas damkar memusnahkan sarang tawon Vespa affinis atau tawon ndas di Klaten, Jumat (24/4/2020).
Petugas damkar memusnahkan sarang tawon Vespa affinis atau tawon ndas di Klaten, Jumat (24/4/2020). (Foto: Istimewa)
Klaten -

Tim Pemadam Kebakaran turun tangan memusnahkan sarang tawon Vespa affinis atau tawon ndas di Desa Beteng, Kecamatan Jatinom, Klaten yang menewaskan seorang warga. Sarang tawon dimusnahkan dengan cara dibakar.

"Kita bakar semua sarangnya. Kalau di pohon, di semak atau rumpun bambu lebih efektif dibakar," ungkap Koordinator Regu 1 Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Tri Hatmoko, Sabtu (25/4/2020).

"Dengan dibakar dari semua sisinya jadi semua kena dan tidak tersisa, jadi warga sudah aman," sambung Tri.

Tri menjelaskan tim memusnahkan sarang dengan cara dibakar sebab lokasinya di tengah rumpun bambu. Tidak memungkinkan ditangani dengan cara lain.

"Kalau diisap juga tidak bisa sebab sarang berada di tengah rumpun bambu yang tidak memungkinkan alat penyedot masuk ke rumpun. Paling efektif dibakar," lanjut Tri.

Menurut Tri, begitu mengetahui ada informasi sarang tawon Vespa tersebut, tim berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Tim beranggotakan empat personel berangkat ke lokasi Jumat (24/4) pukul 21.30 sampai 00.30 WIB dini hari tadi.

Dari pelacakan di lokasi dan informasi warga, jelas Tri, di lokasi ternyata tidak hanya ditemukan satu sarang tawon. Ada empat sarang tawon di satu wilayah RT. Namun hanya satu sarang tawon jenis Vespa affinis, yang lainnya di pohon nangka jenisnya tawon gentong.

"Satu RT ada empat sarang tawon. Untuk sarang yang jadi tersangka ada di rumpun bambu yang ada di kebun sebelah rumah korban," tambah Tri.

Ukuran sarang tawon Vespa yang ditemukan, jelas Tri, cukup besar dengan diameter sekitar 30 cm. Isinya pun cukup banyak sebab lokasinya tersembunyi.

Sarang tawon itu berjarak sekitar 50 meter dari rumah korban. Dengan letaknya di pohon atau rumpun bambu sangat memungkinkan mudah menyerang sebab tidak banyak diketahui orang.

"Kalau yang ada di semak atau pohon memang tak bisa diduga karena masyarakat juga tidak tahu kalau ada sarang tawon. Semua yang jadi korban tawon rata-rata sarangnya berada di semak atau pohon," pungkas Tri.

Terpisah, Kapolsek Jatinom AKP Prawito mengatakan sarang tawon Vespa yang menyerang Poniman Sukarto (85) sudah dilakukan penanganan oleh Pemadam Kebakaran. Masyarakat diimbau untuk tenang.

"Sudah dilakukan pemusnahan tadi malam. Dilaksanakan tim pemadam kebakaran," jelas Prawito.

Sebelumnya diberitakan, Poniman Sukarto (85) warga Dusun Balong, Desa Beteng, Kecamatan Jatinom, Klaten tewas setelah disengat tawon Vespa affinis saat mencari rumput, Jumat (24/4) sekitar pukul 12.30 WIB. Korban sempat dibawa ke RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro tetapi nyawanya tidak tertolong.

(rih/rih)