Curhat Tukang Tambal Ban di Klaten Jual Motor Gegara Corona Mewabah

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 24 Apr 2020 13:32 WIB
Tukang tambal ban di Klaten jual motor gegara Corona mewabah
Foto: Tukang tambal ban di Klaten jual motor gegara Corona mewabah (Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Sejak virus Corona mewabah lalu lintas menjadi sepi, dan banyak warga yang beraktivitas di rumah. Hal ini juga berdampak pada usaha tambal ban di Klaten yang kini sepi.

"Sebelum ada Corona sehari kerja cari uang Rp 150.000 bisa. Sekarang dapat Rp 50 (ribu) saja belum tentu, kemarin sehari sampai malam cuma dapat Rp 12.000," kata pemilik tambal ban di Jalan Yogya-Solo, Nuryanto di Desa Kraguman, Kecamatan Jogonalan pada detikcom, Jumat (24/4/2020).

Nuryanto menuturkan sejak kewaspadaan wabah Corona jumlah kendaraan yang melintas di depan rumahnya menjadi berkurang. Padahal akses jalan tersebut sering dilalui truk angkutan batu dan pasir yang kerap mampir untuk jasa tambah angin atau tambal ban.

"Sebelumnya untuk nambal saja sehari 12-15 kendaraan bisa. Sekarang cari lima kendaraan saja sudah," terang Nuryanto.

Dia mengatakan sepinya kendaraan yang melintas karena banyak warga yang tidak keluar rumah. Truk angkutan pasir juga sepi karena proyek mandek.

Tonton video Pandemi Corona, Bengkel Motor di Parepare Tetap Ngebul:

Selanjutnya
Halaman
1 2