1 Pasien Corona Karanganyar Meninggal, Punya Riwayat Ikut Ijtima Gowa

ADVERTISEMENT

1 Pasien Corona Karanganyar Meninggal, Punya Riwayat Ikut Ijtima Gowa

Andika Tarmy - detikNews
Kamis, 16 Apr 2020 22:48 WIB
Poster
Ilustrasi. Foto: Edi Wahyono
Karanganyar -

Seorang pasien positif virus Corona (COVID-19) asal Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah meninggal. Pasien berusia 75 tahun tersebut meninggal saat menjalani karantina mandiri di rumahnya.

Pasien yang meninggal itu memiliki riwayat perjalanan ke Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan mengikuti kegiatan Ijtima Dunia. Pasien ini dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil swab yang diumumkan Jumat (10/4) lalu.

"Iya, meninggal sore tadi pukul 16.00 WIB. Yang bersangkutan kan sudah 14 hari diisolasi di RSUD Karanganyar, terus hasilnya baik, fisik bagus, lalu minta izin pulang. Sehari di rumah, hasil swab keluar positif, lalu kita isolasi di rumah sambil menunggu jadwal swab ulang," kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat dihubungi wartawan, Kamis (16/4/2020).

Yuli, sapaan akrab Juliyatmono mengatakan, setelah memastikan pasien tersebut melakukan isolasi di rumah, tim Gugus Tugas COVID-19 kemudian memberitahu kondisi tersebut kepada warga sekitar. Yuli menghitung sedikitnya 55 jiwa di lingkungan sekitar pasien tersebut juga dikenakan karantina mandiri sebagai langkah pengamanan.

"Senin kemarin jadwalnya kan cek ulang. Kita jemput, kita bawa ke RSUD Karanganyar. Setelah itu diperiksa, di-swab lagi," kata Yuli.

Usai dilakukan swab ulang, yang bersangkutan kembali minta izin untuk pulang dan melakukan karantina mandiri. Petugas akhirnya memberikan izin, karena yang bersangkutan mengancam mogok makan jika tidak diizinkan pulang.

"Kalau nekat dipaksa isolasi di rumah sakit, dia tidak mau makan. Karena dulu waktu minta pulang itu juga protes nggak mau makan," terang Yuli.

Yuli melanjutkan, proses pemakaman akan dilakukan malam ini. Pemakaman akan dilakukan petugas pemakaman RSUD Karanganyar dengan protokol COVID-19.

"Dimakamkan di makam kampung. Masyarakat sudah dikondisikan, bahkan membantu penggalian liang lahat," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT