Pandemi Corona

12 Warga Klaten Diperiksa Khusus Setelah Geger Pemakaman Dengan APD

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 10 Apr 2020 21:45 WIB
Positive blood test result for the new rapidly spreading Coronavirus, originating in Wuhan, China
Ilustrasi (Foto: iStock)
Klaten -

Sebanyak 12 orang diperiksa Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Corona atau COVID-19 Pemkab Klaten. Pemeriksaan dilakukan setelah satu pasien warga Desa Teloyo, Kecamatan Wonosari, Klaten meninggal mendadak dan dimakamkan dengan pakaian alat pelindung diri (APD).

"Kita sudah tracking dan periksa 12 orang. Baik keluarga maupun rekan almarhum yang sempat satu rombongan," ungkap juru bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Corona atau COVID-19 Pemkab Klaten, Cahyono Widodo, pada detikcom Jumat (10/4/2020).

Menurut Cahyono, pemeriksaan awalnya 6 orang dan kemudian diperluas 6 orang lagi. Dari hasil pemeriksaan sementara kondisi semua bagus. "Semuanya dalam kondisi bagus. Tapi ada satu yang dilakukan pemeriksaan rapid test dan swab-nya," lanjut Cahyono.


Gugus Tugas, sambung Cahyono masih menunggu hasil swab sebab untuk jadi dasar menentukan positif dan tidak. Sambil menunggu hasil, semua diminta melakukan isolasi mandiri.

"Sementara diminta isolasi mandiri. Tidak lupa masyarakat jangan panik, hidup bersih cuci tangan, makan bergizi, jaga jarak dan lainnya," sambung Cahyono.

Anggota Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Corona atau COVID-19 Pemkab Klaten, Anggit Budiarto, mengatakan almarhum memiliki gejala sesak dan punya riwayat sakit jantung.

"Jadi sampai sekarang kita belum tentukan yang bersangkutan PDP, (positif) COVID atau lainnya. Sebab memang ada riwayat jantung," kata Anggit.


Anggit menambahkan saat masuk tanggal 8 April ke RS di Solo Baru sempat diperiksa dengan rontgen. Ditemukan ada pneumonia. "Sebab ada pneumonia akan dilakukan swab. Namun sebelum dilakukan meninggal dunia," terang Anggit.

Sebelumnya diberitakan pemakaman jenazah oleh petugas ber-APD menyebar di grup media sosial. Almarhum berinisial S warga Desa Teloyo dan baru pulang dari Sulawesi bersama beberapa rekannya.

(mbr/mbr)