Penyelundupan Ribuan Rol Kain Impor Senilai Rp 1 M di Klaten Digagalkan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 06 Apr 2020 18:25 WIB
Penyelundupan kain impor senilai Rp 1 M ke Klaten digagalkan
Foto: Penyelundupan kain impor senilai Rp 1 M ke Klaten digagalkan (dok Bea Cukai Kanwil Jateng-DIY)
Semarang -

Petugas Bea Cukai Kanwil Jateng-DIY dan KPPBC Surakarta menggagalkan penyelundupan satu kontainer berisi 1.542 rol polyester woven fabric (kain dari polyester) senilai Rp 1,06 miliar di Klaten, Jawa Tengah. Kain impor tersebut belum dilunasi bea masuk dan pajak lainnya.

Pengungkapan itu terjadi hari Sabtu (4/4) lalu sekitar pukul 09.00 WIB. Informasi awal yang diterima petugas ada pengangkutan barang impor dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menuju ke perusahaan Kawasan Berikat di daerah Karanganyar yang tidak sesuai ketentuan.

"Tim langsung bergerak melakukan penelusuran dan pengintaian sejak Jumat malam hari sebelumnya," kata Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jateng DIY, Moch Arif Setijo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/4/2020).

Pengintaian membuahkan hasil karena ternyata truk tersebut berhenti di SPBU di Jalan Wonosari-Pakis, Klaten. Kendaraan itu terciduk saat melakukan pembongkaran dan memindahkan barang.

"Melakukan pembongkaran atau pemindahan muatan ke kendaraan minibus," jelasnya.

Penindakan itu dilakukan karena diduga kuat perbuatan itu melanggar Pasal 102 huruf d Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. Dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal senilai Rp 1 miliar.

"Membongkar atau menimbun barang impor yang masih dalam pengawasan pabean di tempat selain tempat tujuan yang ditentukan dan atau diizinkan," ujarnya.

Ada enam orang yang diamankan dan berstatus terperiksa dalam kegiatan tersebut. Keenamnya masih berada di KPPBC Surakarta untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

"Nilai barang Rp 1.067.367.564,00 dan kerugian negara Rp 1.181.122.776,00," tuturnya

Selanjutnya
Halaman
1 2