Polda DIY Evaluasi Gangguan Kamtibmas Selama Tanggap Darurat Corona

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Kamis, 02 Apr 2020 21:17 WIB
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yuliyanto, Kamis (2/4/2020).
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yuliyanto, Kamis (2/4/2020). (Foto: Dok. Polda DIY)
Sleman -

Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan evaluasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama masa tanggap darurat virus Corona (COVID-19). Evaluasi itu dengan membandingkan data kamtibmas sebelum dan sesudah ditetapkan tanggap darurat.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto menjelaskan bahwa wilayah DIY ditetapkan tanggap darurat COVID-19 sejak 20 Maret 2020. Perbandingan yang dilakukan adalah rentan waktu 10 hari sebelum tanggap darurat atau pada tanggal 10-20 Maret 2020 dan 10 hari setelah tanggap darurat ditetapkan atau tanggal 21-31 Maret 2020.

"Dari tanggal 10-20 Maret, kejahatan secara umum ada 231 kasus. Kemudian antara tanggal 21-31 Maret ada 104 kasus. Jadi ada penurunan kejahatan atau laporan polisi yang masuk di Polda DIY maupun Polres," kata Yuliyanto dalam keterangannya, Kamis (2/4/2020).

Yuliyanto menjelaskan, untuk kasus kriminalitas yang paling tinggi adalah tindak pidana narkotika.

"Pada tanggal 10-20 Maret ada 31 kasus dan pada tanggal 21-31 Maret ada 12 kasus narkotika," ungkapnya.

Selanjutnya, kasus penggelapan sebelum tanggap darurat ada 23 kasus dan setelah tanggap darurat hanya ada 7 kasus. Kemudian kasus pencurian dan pemberatan, sebelumnya ada 22 kasus dan setelah tanggap darurat ada 9 kasus.

Kasus curanmor juga masih terjadi. Sebelum masa tanggap darurat ada 11 kasus dan setelahnya ada 7 kasus. Kasus perjudian, sebelum tanggap darurat ada 5 kasus, dan setelahnya ada 2 kasus.

"Jadi secara umum memang laporan polisi yang masuk antara tanggal 10-20 Maret dibandingkan dari tanggal 21-31 Maret memang mengalami penurunan," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2