Pakar UGM: Karantina Wilayah Perlu Diterapkan di Zona Merah Corona

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Senin, 30 Mar 2020 23:05 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Foto: Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Yogyakarta -

Social distancing menjadi salah satu upaya yang diterapkan untuk mengendalikan penyebaran virus Corona (COVID-19) di Indonesia. Pembatasan aktivitas di tempat umum yang telah diterapkan selama dua minggu terakhir ini dirasa bermanfaat untuk mengendalikan penyebaran COVID-19.

Koordinator Tim Respons COVID-19 UGM, Riris Andono Ahmad, mengatakan karantina wilayah perlu diterapkan di daerah yang telah ditetapkan sebagai zona merah.

Riris memaparkan, ada dua jenis social distancing, yaitu moderate social distancing berupa penutupan sejumlah fasilitas umum dan melakukan aktivitas di rumah, dan maximum social distancing atau karantina wilayah. Pada kondisi karantina wilayah, hanya mobilitas logistik yang diperbolehkan.

"Moderate social distancing saat ini masih penting untuk dilakukan di banyak tempat di Indonesia, kecuali yang sudah zona merah. Di wilayah tersebut, karantina wilayah bisa dicoba untuk dilakukan," kata Riris saat jumpa pers secara online, Senin (30/3/2020).

"Ini penting, karena seperti yang kita ketahui fokus kita adalah mencoba menurunkan puncak outbreak atau flattening the curve," imbuhnya.

Lebih lanjut, Riris menjelaskan beberapa skenario penyebaran COVID-19 beserta beragam skenario intervensi. Menurutnya, tanpa adanya intevensi, durasi outbreak di suatu wilayah pandemi diperkirakan mencapai 32 hari, dengan puncaknya terjadi pada hari ke-14.

"Kami mencoba memodelkan, kalau ada intervensi yang paling memungkinkan adalah social distancing. Di Indonesia sendiri, sejak kemunculan kasus pertama hingga muncul kebijakan social distancing ada delay sekitar 2 minggu," paparnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2