1 Pasien Positif Corona di DIY Seorang ASN di Bantul

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Jumat, 20 Mar 2020 18:26 WIB
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi COVID-19 Bantul, Tri Wahyu Joko Santosa
Foto: Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi COVID-19 Bantul, Tri Wahyu Joko Santosa (Jauh Hari/detikcom)
Bantul -

Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mengumumkan dua kasus tambahan pasien positif Virus Corona (COVID-19). Salah seorang pasien tersebut yakni laki-laki 50 tahun yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bantul.

"Status bisa disebutkan dan yang bersangkutan ASN yang ada di Kabupaten Bantul. Kalau status bertugas di instansi vertikal ke pemerintahan pusat bukan ke Pemkab," kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi COVID-19 Bantul, Tri Wahyu Joko Santosa saat jumpa pers di Kompleks Parasamya Kantor Bupati Bantul, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Jumat (20/3/2020).

Namun, tidak dijelaskan rinci kementerian atau lembaga tempat pasien ini bekerja. Pasien tersebut kini dirawat di RSUD Panembahan Senopati, Bantul

Oki, sapaan karibnya, menjelaskan pasien tersebut diduga tertular COVID-19 saat berada di Jakarta. Dari keterangannya, pasien positif COVID-19 itu diketahui sering pulang pergi dari Yogyakarta ke Jakarta karena memang beralamat di Jakarta.

"Jadi untuk yang positif ini riwayatnya adalah beliau punya riwayat perjalanan ke Jakarta dan sudah beberapa hari sakit hingga akhirnya masuk ke RSUD Panembahan Senopati," jelasnya.

Oki menjelaskan yang bersangkutan telah dirawat di rumah sakit sejak Kamis (12/3). Pasien tersebut mengeluhkan batuk, deman tinggi serta sesak nafas. Tanda itu merupakan gejala umum bagi seseorang yang diduga terjangkit Virus Corona.

Pemkab Bantul kemudian melakukan tracing dengan dasar temuan pasien positif Virus Corona. Hasilnya, tercatat ada puluhan orang yang sempat melakukan kontak.

Berdasar hasil tracing itu, mayoritas merupakan rekan kerja. Mereka kemudian masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan untuk saat ini diminta mengisolasi diri di rumah secara mandiri.

"Kita berlakukan sebagai ODP yang ada di kantor. Terutama bagi yang mempunyai gejala batuk pilek panas nyeri tenggorokan. Sejauh ini belum ada gejala tapi yang kontak langsung kami masukkan kriteria kontak erat tinggi," jelasnya.

"Semua isolasi di rumah. Jumlahnya diperkirakan ada 90-an. Tapi tidak semua ODP ada kriteria kontak erat tinggi," sambungnya.

Saat ini ada tiga pasien positif Corona di DIY, satu pasien guru besar UGM berusia 58 tahun dirawat di RSUP Sardjito. Kemudian laki-laki berusia 60 tahun dirawat di RS Yogya dan laki-laki berusia 50 tahun dirawat di RSUD Panembahan Senopati Bantul.

Sementara balita 3 tahun yang sebelumnya dirawat di RSUP Dr Sardjito telah dinyatakan sembuh. Data per 20 Maret 2020 ini, total PDP yang sudah diperiksa sebanyak 56 orang, 18 orang di antaranya hasilnya negatif, 3 positif, masih dalam proses 34 orang dan 1 sembuh.

(ams/sip)