Kata Tim Verifikator soal Fadli Zon Lihat Keris Naga Siluman di Belanda

Muchus Budi R. - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 16:06 WIB
Naga Siluman di Keris Kiai Naga Siluman milik Pangeran Diponegoro. (Dok pribadi sejarawan Sri Margana)
Foto: Naga Siluman di Keris Kiai Naga Siluman milik Pangeran Diponegoro. (Dok pribadi sejarawan Sri Margana)
Yogyakarta -

Politikus yang juga kolektor keris, Fadli Zon, mengaku pernah melihat keris dhapur naga siluman saat berkunjung Museum Volkenkunde di Leiden, Belanda. Namun, keris itu dhapurnya beda dengan keris yang disebut milik Pangeran Diponegoro dan diserahkan ke Presiden Jokowi. Apa kata tim verifikator?

Dua ahli keris, Empu Totok Brojodiningrat dan Empu Basuki Teguh Yuwono, didatangkan ke Belanda oleh tim verifikator keris Diponegoro. Empu Totok mengaku saat itu disodorkan tiga bilah keris kuno untuk dicermati dengan seksama.

"Dari ketiganya itu tidak ada yang dhapur naga siluman. Namun saya tidak bisa mengatakan Mas Fadli salah ya karena memang kami tidak datang dalam waktu yang bersamaan. Namun ketika saya datang itu, saya tidak melihat keris dhapur naga siluman," kata Totok kepada detikcom, Kamis (12/3/2020).

Namun demikian, Totok enggan mengomentari testimoni Fadli Zon. Alasannya Fadli tidak datang ke museum tersebut bersamaan dengan dia.

"Mas Fadli memang pernah datang ke museum itu (Volkenkunde), tapi lebih dulu dari kami. Kalau tidak salah sekitar tahun 2018. Mungkin saja saat itu beliau memang melihat seperti yang disampaikannya. Mas Fadli juga orang yang paham tentang pengetahuan keris. Beliau Ketua Umum SNKI (Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia)," papar Totok.

"Saya dan Empu Basuki datang ke Museum Volkenkunde sekitar 10 bulan yang lalu. Saya mencermati seksama tiga bilah keris yang disodorkan, ketiganya bukan (dhapur) naga siluman. Saya juga menyaksikan banyak keris-keris lainnya yang disimpan di ruang khusus penyimpanan keris dan sejauh pengetahuan saya, semuanya juga tidak ada yang dhapur naga siluman," lanjutnya.

Raja Belanda Serahkan Keris Pangeran Diponegoro ke Jokowi:

Selanjutnya
Halaman
1 2