Pukat UGM: KPK Harusnya Malu Tak Bisa Tangkap Nurhadi-Harun Masiku

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 10 Mar 2020 14:50 WIB
Gedung KPK
Gedung KPK. (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Sleman -

Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM menolak rencana KPK untuk menggelar sidang in absentia pada kasus Nurhadi dan Harun Masiku. Pukat UGM menilai seharusnya KPK fokus menangkap kedua tersangka yang buron itu.

"Jadi saat ini KPK fokus saja kejar Harun Masiku dan Nurhadi. KPK seharusnya malu jika tidak bisa menangkap mereka, karena sampai saat ini diyakini keduanya masih di Indonesia," ujar Peneliti Pukat UGM, Zaenur Rohman kepada detikcom, Selasa (10/3/2020).

Zaenur menilai profesionalitas KPK bisa dibuktikan dengan penangkapan Nurhadi dan Harun Masiku. Sedangkan wacana sidang in absentia justru dianggap menunjukkan ketidakprofesionalan KPK.

"Pukat UGM menolak rencana KPK mengajukan persidangan in absentia untuk Harun Masiku dan Nurhadi," kata Zaenur.

Zaenur menjelaskan kehadiran terdakwa penting dalam sebuah persidangan, khususnya untuk menguak fakta baru.

"Tidak tepat dan tidak bertanggung jawab, jadi menurut saya KPK tidak menunjukkan profesionalitasnya jika menyidangkan perkara Nurhadi dan Harun Masiku secara in absentia," ujarnya.

"Kenapa tidak tanggung jawab? Karena kehadiran terdakwa dalam hal ini Nurhadi dan Harun Masiku itu sangat penting untuk mengungkap kasus korupsi yang dilakukan mereka secara terbuka di dalam persidangan yang bisa diketahui masyarakat umum," lanjut Zaenur.

Tonton juga video saat KPK Geledah Rumah Adik Ipar Nurhadi di Surabaya: