Keris Pangeran Diponegoro Dikembalikan, Ini Harapan Ahli Waris

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 10 Mar 2020 12:28 WIB
Keris Pangeran Diponegoro akan dikembalikan ke Indonesia
Keris Pangeran Diponegoro (Foto: ©OCW / Freek van den Bergh)
Yogyakarta -

Keluarga atau ahli waris Pangeran Diponegoro di Yogyakarta menyambut baik pengembalian salah satu keris milik sang pangeran yang selama ini disimpan di Belanda. Keluarga berharap keris tersebut disimpan bersama benda-benda peninggalan Diponegoro lainnya di Museum Nasional.

"Biar disimpan oleh pemerintah, biar disimpan oleh negara. Karena (Pangeran) Diponegoro itu sudah menjadi milik bangsa, sudah tidak lagi hanya menjadi milik keluarga," ujar keturunan ketujuh Pangeran Diponegoro, Roni Sodewo, saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Selasa (10/3/2020).


Roni berharap keris Pangeran Diponegoro tersebut selanjutnya disimpan bersama sejumlah barang milik Pangeran Diponegoro yang telah lebih dulu dikembalikan ke Tanah Air oleh pemerintah Belanda.

"Biarlah pemerintah yang menyimpan (keris Pangeran Diponegoro) di Museum Nasional. Dijadikan satu dengan tombak Kiai Rondan, dengan pelana kuda, dengan Kiai Cokro," lanjut Roni menyebut barang-barang milik Diponegoro lainnya yang telah dikembalikan ke Tanah Air.

Diketahui bersama, berkat penelitian dalam koleksi Museum Volkenkunde di Leiden, keris milik Pangeran Diponegoro ditemukan. Keris itu akan dikembalikan ke Indonesia.


Dilansir dari situs resmi pemerintah Belanda, Senin (9/3), keris bertatah emas tersebut akhirnya bisa diidentifikasi setelah dilakukan penelitian oleh Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda. Keris itu telah diserahkan pemerintah Belanda kepada Dubes Indonesia I Gusti Agung Wesaka Puja pada Selasa (10/3).

Pada 1975, sebuah komite ahli Belanda dan Indonesia membuat perjanjian tentang transfer ke Indonesia benda-benda budaya yang berkaitan dengan orang-orang penting secara historis. Dalam konteks ini, berbagai benda milik Pangeran Diponegoro kembali pada akhir 1970-an, seperti tombak dan pelana.

Tetapi keris yang dimaksud saat itu tidak diketahui keberadaannya sehingga tidak dapat dikembalikan hingga kemudian bisa diidentifikasi dan sekarang bisa dikembalikan ke Tanah Air.

(mbr/sip)