Ditangkap, Penimbun di Semarang Jual Masker Seharga 6 Kali Lipat

Ditangkap, Penimbun di Semarang Jual Masker Seharga 6 Kali Lipat

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 04 Mar 2020 15:45 WIB
Polda Jateng mengamankan tiga orang terkait dugaan penimbunan masker dan antiseptic, Rabu (4/3/2020).
Polda Jateng mengamankan tiga orang terkait dugaan penimbunan masker dan antiseptic, Rabu (4/3/2020). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Terduga pelaku penimbunan masker dan antiseptik di Kota Semarang, Jawa Tengah bertambah menjadi tiga orang. Mereka menjual dua produk itu dengan harga cukup tinggi.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iskandar F Sutisna mengatakan tiga orang tersebut adalah AK (45) warga Kanalsari Barat, Semarang Timur dan M (24) warga Kapas timur VIII, Genuk Semarang selaku penjual masker. Kemudian wanita berinisial M warga Semarang sebagai penjual antiseptik.

"Kami melakukan pemeriksaan terhadap tiga terduga pelaku penjualan barang yang langka di pasaran. Ada masker dan antiseptik," kata Iskandar di Mapolda Jateng, Semarang, Rabu (4/3/2020).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan para terperiksa itu berkomplot dalam menimbun barang sejak bulan Februari 2020. Mereka mendapatkan barang juga dari jaringan online.

"Mereka saling kenal dan saling support barang. Mereka kerja sama karena keuntungannya besar," tegas Iskandar.

ADVERTISEMENT

Iskandar menjelaskan, para pelaku menjual masker seharga Rp 275 ribu per pak. Setiap pak berisi 50 lembar. Padahal harga normalnya yakni Rp 30 ribu-Rp 40 ribu. Dari 40 kardus besar masker kini hanya tersisa 10 kardus.

"Mereka jual harga Rp 270 ribu-Rp 275 ribu, harga normal Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu. Dari 40 kardus tersisa 10 kardus," terangnya.

Sedangkan untuk antiseptik, pelaku menjual Rp 165 ribu untuk ukuran 500 ml. Barang bukti yang diamankan 12 kardus antiseptik 500 ml dan 1 kardus antiseptik 60 ml.

Di lokasi yang sama, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Budi Haryanto menambahkan para pelaku ini menawarkan dagangannya lewat media sosial.

"Memuat produknya lewat Facebook, tentunya dicantumkan nomor telepon. Dari situ masyarakat yang panik berusaha cari barang yang memang jarang ada di pasaran itu," ujarnya.

Para terduga pelaku itu terancam dijerat Pasal 107 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara atau denda Rp 50 miliar.

Simak Juga Video "Polisi Wanti-wanti Penjual Masker: Jangan Memanfaatkan Situasi!"

[Gambas:Video 20detik]



Polda Jateng pun mengincar para penimbun masker dan antiseptik yang kini langka di pasaran setelah isu virus Corona merebak. Terpantau sejak beberapa hari ini, sejumlah mini market, supermarket, dan apotek di Semarang sudah kehabisan stok masker dan antiseptik.

Budi mengatakan pihaknya mengumpulkan informasi dari warga dan patroli siber. Saat ini setidaknya ada lima informasi yang akan ditelusuri.

"Banyak kita dapat informasi dari masyarakat, selain itu juga melaksanakan patroli siber. Apakah benar menjual barang-barang yang sedang langka itu. Lebih dari lima informasi," kata Budi.

Budi menjelaskan, di Pantura sisi Barat, masker dan antiseptiksudah mulai sulit dicari. Jika ada yang menyimpan dalam jumlah besar apalagi menjual dengan harga mahal bisa diduga sebagai penimbunan.

"Pesan kami dari Polda Jateng pelaku lainnya kami minta hentikan. Kasihan masyarakat, karena kalian membuat barang yang dibutuhkan jadi langka," jelasnya.

Halaman 2 dari 2
(rih/sip)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
Selengkapnya



Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Ajang penghargaan persembahan detikcom bersama Polri kepada sosok polisi teladan. Baca beragam kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini.
Hide Ads