PLN Imbau Warga Tak Dekati Lokasi Tower yang Roboh di Rembang

Arif Syaefudin - detikNews
Senin, 02 Mar 2020 20:07 WIB
Tower SUTT PLN roboh di Rembang, Kamis (27/2/2020).
Foto: Tower SUTT PLN roboh di Rembang, Kamis (27/2/2020). (Arif Syaefudin/detikcom)
Rembang -

PLN masih melakukan proses perbaikan tower saluran udara tegangan tinggi (SUTT) PLN yang roboh di Desa Kabongan Kidul, Kecamatan kota Rembang, Rembang pada Selasa (25/2) malam. PLN mengimbau kepada warga agar tidak mendekati lokasi tower.

"Hal ini dimaksudkan agar tidak menghambat proses pekerjaan sekaligus bentuk pengamanan bagi masyarakat yang mendekati areal kerja," kata Senior Manager General Affairs PLN Distribusi Jateng-DIY, Elly Oktaviani Ciptati, dalam keterangannya, Senin (2/3/2020).

Di sekitar lokasi juga telah dipasang garis polisi oleh pihak kepolisian. Jaraknya sekitar 10 meter dari titik robohnya tower.

"Kami berharap imbauan ini dapat meningkatkan kehati-hatian masyarakat sehingga tidak terjadi kecelakaan kelistrikan akibat berada di sekitar tower dan jalur kabel transmisi," jelas Elly.

Sementara itu, ada kabar kejadian meninggalnya seorang warga di sekitar lokasi robohnya tower pada Sabtu (29/2) pukul 17.00 WIB. Elly membenarkan hal tersebut, tetapi penyebab kematian masih dalam investigasi pihak kepolisian setempat.

Korban adalah Jatik Susanti (40) warga Desa Kabongan Kidul, Kecamatan kota Rembang, yang tak jauh dari lokasi tower roboh tersebut. Pihak kepolisian pun turun tangan atas insiden tersebut.

Saat dimintai konfirmasi, Kapolsek Rembang kota AKP Haryanto menjelaskan pihaknya menduga korban meninggal saat dalam perjalanan ke RSUD dr R Soetrasno Rembang. Dugaan sementara, korban meninggal akibat serangan jantung usai terjatuh di sawah.

"Polsek kemudian datang ke RSUD untuk memastikan penyebab kematian korban. Setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan luka ataupun bekas luka tersengat listrik di tubuh korban. Hingga akhirnya korban diserahkan kepada pihak keluarga," jelas Haryanto.

(rih/rih)