Perbaikan Tower PLN yang Roboh di Rembang Diprediksi Rampung Sebulan

Arif Syaefudin - detikNews
Jumat, 28 Feb 2020 18:02 WIB
Penampakan tower emergency di Rembang, Jumat (28/2/2020).
Foto: Penampakan tower emergency di Rembang, Jumat (28/2/2020). (Arif Syaefudin/detikcom)
Rembang - PLN memasang tower emergency untuk menggantikan tower saluran udara tegangan tinggi (SUTT) PLN di Rembang, Jawa Tengah yang roboh pada Selasa (25/2) malam. Tower emergency tersebut diperkirakan akan difungsikan selama sebulan.

General Manager PLN UID Jateng-DIY, Feby Joko Priharto mengatakan tower emergency tersebut sudah terpasang. Tower tersebut berlokasi dekat dengan tower lama yang roboh di Desa Kabongan Kidul, Kecamatan kota Rembang.

"Tower emergency di sekitar situ juga. Kita sedang koordinasi, mungkin sampai dengan sebulan (tower emergency digunakan)," kata Feby ditemui detikcom kemarin.

Feby menyebut penggunaan tower emergency sampai tower utama SUTT PLN yang roboh benar-benar telah diperbaiki dan selesai terpasang. Proses pengerjaan tower utama diprediksi berlangsung selama sebulan.

"Sebenarnya yang lama adalah membuat fondasi selama 21 hari syarat mutlak, dari pengerjaan sampai kering. Kemudian mendirikan tower utama 3-4 hari. Jadi tidak sampai satu minggu sudah bisa dilakukan pengerjaan penarikan kabel. Paling tidak satu bulan," terangnya.

Dia mengaku pihaknya masih melakukan investigasi lebih lanjut guna menyelidiki secara pasti penyebab robohnya tower tersebut.

"Selama ini tanah itu kan kering, selama satu minggu ini curah hujan lebat, membuat tanah basah. Analisa kami, daya ikat dari tanah ini berkurang jadi gembur, mengakibatkan lepasnya fondasi dari tower yang roboh," paparnya.

Sementara itu, tower SUTT PLN yang roboh dan menimpa salah satu rumah warga setempat saat ini belum dievakuasi. Puluhan petugas tampak beraktivitas di tower yang roboh itu siang ini.

Manajer ULP PLN Rembang, Arif Setiawan sebelumnya menyebut pasokan listrik di seluruh wilayah terdampak gangguan akibat tower SUTT telah normal. Jika masih ada wilayah yang mengalami mati listrik, ia menyebut kondisi itu sebagai gangguan lokal.

"Untuk saat ini 100 persen sudah nyala kembali. Jika masih ada lokasi-lokasi padam, itu dikarenakan gangguan lokal," ujar Arif.

Tonton juga Gegara Banjir, PLN Harus Padamkan 1.175 Gardu Listrik :

[Gambas:Video 20detik] (rih/ams)