Round-Up

Dipasangi Tower Emergency, 3 Kabupaten di Jateng Diterangi Listrik Lagi

Arif Syaefudin - detikNews
Jumat, 28 Feb 2020 09:24 WIB
Tower listrik roboh di Rembang
Tower listrik roboh di Rembang. (Foto: Arif Syaefudin/detikcom)
Rembang -

PLN menyebut distribusi suplai listrik yang sebelumnya sempat terganggu akibat tower SUTT PLN di Rembang roboh, sudah kembali normal pada Kamis (27/2) malam. Seluruh jaringan listrik di Pati, Rembang, Blora, diklaim sudah normal kembali.

Manajer ULP PLN Rembang, Arif Setiawan menyebut, seluruh wilayah terdampak gangguan kini telah dapat menikmati layanan PLN secara normal. Jika masih ada wilayah yang listriknya padam, ia menyebut itu hanya gangguan lokal.

"Untuk saat ini 100 persen sudah nyala kembali. Jika masih ada lokasi-lokasi padam, itu dikarenakan gangguan lokal," ujar Arif dikonfirmasi detikcom, Kamis (27/2) malam.


Arif mengakui, jaringan transmisi tegangan tinggi saat ini memang belum normal. Hanya saja, saat ini pihak PLN melakukan konfigurasi pada jaringan distribusi tegangan menengah sehingga suplai listrik dapat 100 persen.

"Untuk saat ini jaringan transmisi tegangan tinggi memang masih belum normal karena masih menunggu proses pembangunan tower yang roboh. Namun saat ini kami melakukan konfigurasi pada jaringan distribusi tegangan menengah sehingga semua wilayah di 14 Kecamatan Kabupaten Rembang sudah 100 persen nyala kembali," paparnya.

General Manager PLN UID Jateng DIY, Feby Joko Priharto menjelaskan tower emergency sudah dalam proses pemasangan. Lokasinya tepat di sebelah utara tower yang roboh tersebut.


"Tower emergency di sekitar situ juga. Kita sedang koordinasi. Mungkin sampai dengan sebulan (tower emergency digunakan)," kata Feby ditemui detikcom, Kamis (27/2).

Tower emergency, disebut Feby memiliki spek yang sama dengan tower SUTT pada umumnya. Mulai dari ketinggian dan lebar tower. Hanya saja, proses pendiriannya yang bersifat sementara sehingga tidak kokoh.

"Sama tingginya dengan tower saat ini karena sudah pabrikan juga. Aman juga karena sudah sesuai spek begitu, aman," terangnya.


Sementara terhadap tower lama yang mengalami roboh, Feby mengaku akan melakukan investigasi lebih mendalam. Melibatkan akademisi guna melakukan penyelidikan penyebab pasti seban tower bisa mengalami roboh.

"Harapan kita secara bertahap kita akan menyelesaikan tower emergency, nanti tower yang roboh ini kita akan lakukan penyelidikan, investigasi, assessment tentunya melibatkan akademisi yang ahli di bidangnya tentunya. Apa yang menyebabkan roboh," terangnya.

Simak Video "Gegara Banjir, PLN Harus Padamkan 1.175 Gardu Listrik"

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)