Polisi Gerebek 7 Pabrik Produsen Pupuk Palsu di Wonogiri-Gunungkidul

Aris Arianto - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 20:23 WIB
Polda Jawa Tengah ungkap tujuh pabrik produsen pupuk palsu, Kamis (27/2/2020).
Polda Jawa Tengah ungkap tujuh pabrik produsen pupuk palsu, Kamis (27/2/2020). (Foto: Aris Arianto/detikcom)
Wonogiri -

Polda Jawa Tengah membongkar tujuh pabrik produsen pupuk diduga palsu. Enam orang turut diamankan dan kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Total pabrik pembuat pupuk palsu ada tujuh buah. Tiga di antaranya berada di Gunungkidul, DIY, sedangkan empat lainnya berada di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri," kata Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel saat ungkap kasus di Pracimantoro, Kamis (27/2/2020).

Rycko menjelaskan empat pabrik di Wonogiri dimiliki oleh dua orang yang berbeda. Tiga pabrik milik pria berinisial FR, masing-masing di Dusun Ngulu Kidul, Desa Pracimantoro; Blindas, Desa Pracimantoro; dan di Dusun Karanglo, Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro.

Sedangkan satu pabrik milik pria berinisial TG di Dusun Pule, Desa Gedong, Kecamatan Pracimantoro. FR dan TG merupakan warga Pracimantoro.

"Modus yang dipakai adalah memproduksi pupuk yang tidak sesuai standar, selain itu menggunakan kemasan pupuk yang mirip dengan pupuk yang beredar di pasaran," jelas Rycko.

Terbongkarnya pabrik produsen pupuk diduga palsu itu bermula dari laporan petani yang menilai ada keanehan saat membeli pupuk. Ketika digunakan, pupuk terasa lengket.

"Pada kemasan pupuk ada tulisan mencurigakan, tidak seperti pupuk pada umumnya. Contohnya bentuk tulisan SP 36 maupun Phonska yang aneh tidak seperti kemasan pupuk asli dan tulisan SNI terlihat samar. Ketika dicoba pun tidak ada pengaruhnya pada tanaman," beber dia.

Petani lalu melaporkan temuan itu ke Polres Klaten, yang kemudian ditindaklanjuti dengan uji sampel di laboratorium. Ternyata kandungan pupuk itu jauh di bawah standar pupuk.

"Ternyata pupuk dibuat di Gunungkidul, ada tiga pabrik di sana. Kemudian dikembangkan lagi ternyata ada empat pabrik juga di Wonogiri," sebut Rycko.

Polisi Gerebek 7 Pabrik Produsen Pupuk Palsu di Wonogiri-GunungkidulPolda Jawa Tengah ungkap tujuh pabrik produsen pupuk palsu, Kamis (27/2/2020). Foto: Aris Arianto/detikcom

Rycko menambahkan tersangka dalam kasus ini ada enam orang. Dua di antaranya adalah pemilik pabrik, FR dan TG.

"Tidak menutup kemungkinan jumlah pelaku dan pabrik bertambah," ujarnya.

Omzet pabrik pupuk palsu ini nilainya mencapai jutaan. Untuk pabrik milik TG berdasarkan pesanan terakhir sebesar Rp 36 juta, kemudian milik FR senilai Rp 6 juta.

Para tersangka diancam pasal berlapis. Meliputi UU Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan, UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, dan UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

(rih/ams)