Ternyata Ini Alasan Para Tersangka Tragedi SMPN 1 Turi Minta Digunduli

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 22:22 WIB
Tiga tersangka tragedi SMPN 1 Turi, Sleman, Rabu (26/2/2020).
Foto: Perwakilan PGRI DIY menemui tiga tersangka tragedi SMPN 1 Turi, di Mapolres Sleman, Rabu (26/2/2020). (Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Polisi menetapkan tiga orang pembina Pramuka sebagai tersangka tragedi susur sungai yang menewaskan 10 siswi SMPN 1 Turi, Sleman. Ketiga tersangka saat dihadirkan dalam jumpa pers terlihat dengan rambut yang digunduli. Hal itu lantas menimbulkan polemik.

Salah seorang tersangka, Isfan Yoppy Andrian (36) akhirnya angkat bicara mengenai polemik tersebut. Apa katanya?

"Jadi kalau gundul itu memang permintaan kami, jadi pada dasarnya demi keamanan karena kalau saya tidak gundul banyak yang melihat saya itu (mudah dikenali)," kata Isfan di Mapolres Sleman, Rabu (26/2/2020).

Sebagai tersangka, dia tidak ingin dibedakan dengan tahanan lain. Sebab di dalam sel semua tahanan berpenampilan sama. Menurut Yoppy, penyeragaman penampilan itu juga berkaitan dengan keselamatannya di tahanan.

"Kalau gundul kan sama-sama di dalam gundul juga jadi ini permintaan kami. Termasuk pakaian juga kami samakan kalau berbeda nanti saya juga takut. Tapi kalau di dalam sama-sama gundul, bajunya juga sama, jadi melihatnya nggak terlalu bisa spesifik ke saya," ungkapnya.

Dia kembali menegaskan selama proses hukum, polisi tidak melakukan tekanan. Bahkan dia terus diberi dukungan.

"Jadi tidak ada masalah, kami tidak ditekan, tidak dipukuli. Saya malah diperlakukan baik, bahkan petugas setiap datang ke tempat saya, kami bertiga pasti di-support diberi dukungan moral sehingga hati kami semakin kuat," bebernya.

Diberitakan sebelumnya, organisasi-organisasi profesi guru mengecam tindakan polisi yang mencukur gundul tiga tersangka tragedi susur sungai SMPN 1 Turi, Sleman yang menewaskan 10 siswi.

Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) telah mengeluarkan keberatan dan kecaman atas perlakuan polisi terhadap ketiga tersangka tersebut. Tindakan itu dinilai sebagai hal yang berlebihan.

Polda DIY mengatakan telah memeriksa anggota Polres Sleman yang melakukan penggundulan itu. Saat ini Propam masih melakukan pemeriksaan internal.

(rih/mbr)