Hujan Angin di Klaten Robohkan Rumah dan Tumbangkan Pohon

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 25 Feb 2020 21:54 WIB
Terdampak hujan angin, pohon trembesi di jalan Pakis-Sukoharjo, Klaten tumbang, Selasa (25/2/2020).
Terdampak hujan angin, pohon trembesi di jalan Pakis-Sukoharjo, Klaten tumbang, Selasa (25/2/2020). (Foto: dok. BPBD Klaten)
Klaten -

Hujan disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Klaten sore tadi. Dilaporkan satu rumah roboh dan pohon tumbang memutus jalur alternatif Klaten-Sukoharjo.

"Daerah atau wilayah terdampak ada empat kecamatan dan empat desa/kelurahan. Properti lain rumah tempat satu unit rusak berat roboh," kata Manajer Pusdalops BPBD Pemkab Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianto pada detikcom, Selasa (25/2/2020).

Haris mengatakan hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai angin di beberapa wilayah mulai pada pukul 14.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dan luka. Untuk rumah roboh berada di Kecamatan Trucuk.

"Hujan dengan intensitas sedang dan disertai angin menyebabkan satu rumah semi permanen milik Mitro Sumitro (80) roboh di Dusun Rejodadi RT 23 RW 10 Desa/Kecamatan Trucuk. Penghuni diungsikan di rumah anaknya dan akan dilakukan pembersihan dan gotong royong," sambung Haris.

Haris menambahkan, satu pohon trembesi diameter 50 sentimeter tumbang dan menutup akses jalan Pakis-Solo Baru. Tepatnya di depan SMA N 1 Wonosari, Kecamatan Wonosari.

"Pohon langsung sudah ditangani oleh relawan, TNI, Polri dan warga sekitar lokasi. Kecamatan Manisrenggo satu pohon Trembesi diameter 60 sentimeter tumbang dan menutup akses jalan desa di timur Balai Desa Taskombang," terang Haris.

Di Kecamatan Karangnongko, satu pohon lamtoro tumbang dan menutup akses jalan Ngupit-Karangnongko di Dusun l Jolobunan, Desa Demakijo. Sudah tertangani oleh relawan dan warga sekitar lokasi.

Terpisah, Camat Trucuk, Bambang Harjoko mengatakan rumah Mitro yang roboh dalam beberapa bulan terakhir tidak dihuni. Mitro tinggal bersama anaknya di rumah lain.

"Rencana besok akan dibersihkan gotong royong dan akan dibangun dengan bantuan RTLH," ujar Bambang.

Sementara itu, Kades Trucuk, Sagiyo mengatakan hujan dan angin mulai terjadi pukul 14.00 WIB. Rumah yang roboh itu sudah beberapa saat kosong sehingga tidak ada korban.

"Sudah tidak ditempati saat kejadian. Jadi tidak ada yang luka," kata Sagiyo.

(rih/mbr)