Selidiki Susur Sungai Siswa SMPN 1 Turi, Polisi Periksa Pembina Pramuka

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Sabtu, 22 Feb 2020 14:43 WIB
Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto bersama GKR Mangkubumi di SMPN 1 Turi, Sleman, Sabtu (22/2/2020).
Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto bersama GKR Mangkubumi di SMPN 1 Turi, Sleman, Sabtu (22/2/2020). (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Polisi turun tangan melakukan penyelidikan buntut peristiwa tragis siswa SMPN 1 Turi tewas saat kegiatan susur sungai di Sungai Sempor, Sleman. Enam orang telah diperiksa yang seluruhnya merupakan pembina pramuka.

"Kami sudah lakukan pemeriksaan kepada beberapa orang," kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto saat ditemui di SMPN 1 Turi, Sleman, Sabtu (22/2/2020).

"Sudah ada enam orang yang diperiksa, semuanya dari pembina pramuka," sambung Yuliyanto.

Para pembina pramuka yang diperiksa itu adalah pendamping para siswa saat kegiatan susur sungai di Sungai Sempor, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Jumat (21/2) kemarin.

"Kami sudah periksa para pembina pramuka yang ikut. Hasilnya (pemeriksaan) belum bisa disampaikan," jelasnya.

Yuliyanto menambahkan, polisi berhati-hati dalam penyelidikan. Saat ini polisi masih berupaya mengumpulkan keterangan dan alat bukti untuk menentukan apakah peristiwa ini memenuhi unsur pidana atau tidak.

"Kami belum bisa menentukan siapa yang bisa tanggung jawab penuh. Nanti dengan proses yang hati-hati dan tidak buru-buru, ini masih pemeriksaan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, kegiatan susur sungai siswa SMPN 1 Turi pada Jumat (21/2) kemarin berujung tragedi. Para siswa dilaporkan hanyut dan hilang tenggelam di Sungai Sempor, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman.

Hingga pukul 13.35 WIB siang ini, dilaporkan sembilan siswa ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan satu masih dalam pencarian.

"Total sembilan korban (meninggal). Kami masih mencari satu orang lagi, doakan agar segera ketemu," kata Kapolda DIY Irjen Asep Suhendar saat ditemui di lokasi Sungai Sempor, Sabtu (22/2).

Kepala Basarnas Yogyakarta, Lalu Wahyu Efendi menjelaskan, dua korban terakhir ditemukan pukul 10.15 WIB dan 10.35 WIB. Namun untuk identitasnya belum terkonfirmasi.

"Identitasnya belum, baru proses identifikasi, tapi tadi ditemukan di 10.15 WIB di dam Lengkong dan 10.35 WIB di dam Polowidi dalam kondisi meninggal dunia. Kami masih cari 1 siswa lagi," katanya.

7 Tewas dalam Insiden Siswa yang Hanyut di Sleman:

[Gambas:Video 20detik]

(rih/rih)