Puskesmas Lokasi Evakuasi Korban SMPN 1 Turi Dipasangi Garis Polisi

Larastining Retno Wulandari, Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 23:50 WIB
Suasana Puskesmas Turi, Sleman lokasi evakuasi jasad siswa SMPN 1 Turi yang hanyut saat susur sungai, Jumat (21/2/2020).
Suasana Puskesmas Turi, Sleman lokasi evakuasi jasad siswa SMPN 1 Turi, Jumat (21/2/2020). (Foto: Larastining Retno Wulandari/detikcom)
Sleman -

Enam siswa SMPN 1 Turi tewas setelah hanyut saat kegiatan susur sungai di Sungai Sempor, Sleman. Jenazah korban dievakuasi ke Puskesmas Turi dan Klinik SWA.

Pantauan detikcom, Puskesmas Turi malam ini tampak dipasangi garis polisi. Informasi yang diperoleh, ruangan yang dipasang garis polisi digunakan untuk proses identifikasi korban jiwa.

"Ruangan di dalam digunakan untuk identifikasi post mortem. Saat ini sedang mencocokkan dengan kondisi antemortem," kata seorang petugas kesehatan dari Polda DIY, Joko S, saat diwawancarai detikcom, Jumat (21/2/2020) malam.

Joko menambahkan, garis polisi sudah dipasang sejak petang tadi. Ini dilakukan untuk mensterilkan kawasan Puskesmas dari warga yang lalu-lalang.

"Garis polisi sudah dipasang sejak magrib karena di sini kami menerima korban jiwa dari klinik," tambah Joko.

Suasana Puskesmas Turi sendiri masih ramai pengunjung. Mereka berasal dari pihak keluarga korban dan petugas medis serta polisi.

Sementara itu, pantauan detikcom di Klinik SWA Jalan Salak-Turi Km 4, Dusun Kadisobo, Desa Trimulyo, Turi, Sleman juga ramai dengan pengunjung. Mereka berkumpul di depan klinik tersebut, terlihat beberapa petugas bersiaga di pintu depan klinik.

Ini Situasi Puskesmas-Klinik Tempat Evakuasi Jasad Siswa SMPN 1 TuriSuasana Klinik SWA Turi, lokasi evakuasi jasad siswa SMPN 1 Turi, Sleman, Jumat (21/2/2020). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Seorang relawan kemitraan, Teguh Sabone, mengatakan ada lima jasad siswa SMPN 1 Turi yang dievakuasi ke Klinik SWA.

"Yang ke sini (klinik SWA) lima orang (korban meninggal), empat orang sore dan satu lagi jam setengah 8," kata Teguh, Jumat (21/2) malam.

Teguh menambahkan, dari lima jasad itu, empat laki-laki dan satu perempuan.

"Tadi terakhir itu jam 19.30 WIB, hanya satu korban jenis kelaminnya perempuan. Untuk kondisinya masih utuh pakai seragam Pramuka tapi meninggal dunia," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2