Diversi Kasus Perundungan Siswi SMP Purworejo Ditolak Keluarga Korban

Rinto Heksantoro - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 23:49 WIB
Pertemuan keluarga pelaku dan korban perundungan siswi di Polres Purworejo, 21/2/2020
Pertemuan keluarga pelaku dan korban perundungan siswi di Polres Purworejo. (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Purworejo -

Langkah diversi atau pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana terkait kasus perundungan siswi SMP di Purworejo, Jawa Tengah gagal dilakukan. Pihak keluarga menginginkan kasus tetap berlanjut.

Upaya diversi yang dihadiri oleh pihak keluarga tersangka dan keluarga korban itu berlangsung pada Jumat (21/2/2020) sore. Bertempat di Ruang Rupatama Lantai 2 Mapolres Purworejo, proses diversi dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Haryo Seto Liestyawan dan Kanit 4 Satreskrim Iptu Setio Raharjo.


Namun, upaya diversi tersebut menemui jalan buntu. Meski secara manusiawi sudah memaafkan para tersangka, keluarga korban tetap meminta agar proses hukum terus dilanjutkan.

"Perbuatan ini (penganiayaan) sudah sering dilakukan oleh ketiga anak tersebut dan kami sudah mempelajarinya, sehingga kami memutuskan agar proses hukum tetap dilanjutkan," kata kuasa hukum keluarga korban, Dewa Antara kepada detikcom usai acara.

Hal tersebut, juga dibenarkan oleh ibu korban SR (49) yang ikut hadir dalam proses diversi tersebut. Seperti komitmennya dari awal, meski pihaknya sudah memaafkan para tersangka namun proses hukum tidak serta-merta berhenti.

"Ya kalau memaafkan ya kami maafkan seperti yang dibilang penasihat hukum kami, tapi proses hukum tetap dilanjutkan," ucapnya.


Sebelumnya, ketiga pihak keluarga tersangka secara bergiliran juga telah mengucapkan permohonan maaf atas peristiwa yang terjadi.

Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Haryo Seto Liestyawan mengungkapkan pihaknya telah mengupayakan diversi sesuai dengan sistem peradilan pidana anak. Namun pihak keluarga korban tetap ingin melanjutkan kasus tersebut secara hukum.

"Kami telah melakukan upaya diversi sesuai dengan sistem peradilan pidana anak. Akan tetapi pihak keluarga tadi menyatakan bahwa proses hukum tetap dilanjutkan," ungkap Haryo Seto.


Tak hanya dihadiri oleh pihak keluarga tersangka dan keluarga korban, proses diversi juga dihadiri pihak terkait lain dari perwakilan Pekerja Sosial Kemensos RI, Bapas Magelang, Pekerja Sosial Dinas Sosial Pemkab Purworejo, Ketua P2TP2A Purworejo, Biro Hukum PDM Purworejo dan Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Butuh.

(mbr/rih)