Round-Up

Perjalanan Kasus Viral Balapan Ala Fast and Furious di Underpass YIA

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Rabu, 19 Feb 2020 20:45 WIB
Konferensi pers balapan mobil di Underpass Bandara Kulon Progo Yogyakarta
Konferensi pers kasus balapan di Underpass Yogyakarta International Airport (YIA). Foto: Jauh Hari/detikcom

"Awalnya ambil video dari timur ke barat. Mereka berhenti di pemberhentian darurat untuk mengambil gambar kemudian keluar dari underpass dan memutar balik di Jalan Daendels menuju timur untuk kembali pulang ke Yogya," ungkapnya.

"Mereka lima kali ke arah barat dan sekali ke arah timur," lanjutnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh jajaran Polres Kulon Progo, modus yang digunakan oleh para pelanggar memanfaatkan fasilitas jalan di underpass. Pelanggar berdalih video itu digunakan sebagai persiapan event.

"Mereka membuat video itu untuk persiapan jambore Civic FD Squad se-Indonesia untuk mempromosikan wisata Kulon Progo yang rencananya dilaksanakan di Jawa Timur," ungkapnya.

Namun, aksi para pelanggar itu justru bertentangan dengan aturan lalu lintas. Oleh karenanya, polisi memberikan hukuman berupa pemberian surat tilang dan ada tiga pasal yang dilanggar.

"Pertama mereka melanggar pasal 287 ayat 2 yakni terkait rambu. Karena di underpass dilarang berhenti, kemudian pasal 286 ayat (3) pelanggaran persyaratan teknis dan laik jalan karena memakai knalpot blombongan dan terakhir melanggar pasal 289 ayat 1 yakni tidak memakai sabuk keselamatan," jelasnya.

"Atas perbuatan itu kami lakukan penilangan kepada pelanggar dan melaksanakan sidang tilang di PN Wates," lanjutnya.

Tartono menyebut para pelanggar kooperatif saat dimintai keterangan. Selain itu para pelanggar juga datang sendiri ke Polres Kulon Progo.

"Pelanggar ini kooperatif, saat kami berikan surat pemanggilan mereka datang sendiri ke sini (Polres Kulon Progo)," jelasnya.

Karena hanya dilakukan penilangan, polisi hanya menyita surat izin mengemudi (SIM) dari kedua pelanggar. "SIM A milik Kelik dan Budi kami sita dan jadikan sebagai barang bukti," katanya.

Tartono pun mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dalam kegiatan pengambilan video. Apalagi lokasi tempat vidoe itu diambil berada di fasilitas publik.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3