Bertaruh Nyawa Komunitas Rental Motor Indonesia Mengejar Motor Curian

Pradito Rida Pertana - detikNews
Minggu, 16 Feb 2020 11:10 WIB
Ketua Umum Komunitas RMI, Yanuar Gajaksahda, Minggu (16/2/2020).
Ketua Umum Komunitas Rental Motor Indonesia (RMI), Yanuar Gajaksahda. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Yogyakarta -

Komunitas Rental Motor Indonesia (RMI) menceritakan perjuangannya mengejar para pelanggan yang membawa kabur motor sewaannya. Ketua Umum Komunitas RMI, Yanuar Gajaksahda (39), menyebut aksi pengejaran paling rumit terjadi di Bogor dan pengejaran yang paling berisiko saat mengambil kembali motor dari Madura.

"Kalau paling jauh buat saya itu pas ambil motor sampai ke Bogor, itu sekitar tahun 2011-2012 kalau tidak salah," ucapnya saat ditemui detikcom di kantor Transmojo, Kelurahan Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Sabtu (15/2/2020).

Selain jauh, Yanuar mengaku proses pencarian terhadap tersangka penggelapan motornya cukup memakan waktu. Hal itu karena kartu identitas yang menjadi jaminan menyewa motor palsu dan yang bersangkutan tinggal berpindah-pindah.

"Paling sulit yang di Bogor, karena identitas (pelaku) palsu dan di sini (Yogyakarta) dia hanya ngontrak. Akhirnya kita bongkar kontrakannya, ketemulah nomor telepon di situ terus kita hubungi. Ternyata nomor itu nomornya teman pelaku," ucapnya.

Agar buruannya tidak lolos, Yanuar menyiasatinya dengan menghubungi nomor tersebut melalui bantuan istrinya. Benar saja, cara itu ternyata berhasil untuk mengorek informasi dari teman pelaku.

"Saat itu dipancing dengan istri saya yang telepon, karena kalau cewek biasanya kan respons. Setelah komunikasi itu dia mengajak ketemuan di di Mangga 2, Jakarta dan saya langsung berangkat ke sana (Jakarta)," ujarnya.

"Setelah itu kita tanyai dia, dan kita suruh tunjukin di mana rumahnya. Ternyata si pelaku ini sudah pindah dan setelah ditelusuri sampai di kosan, di kosan kita tanya-tanya dan ternyata motor saya ada di Bogor. Langsung saat itu juga kita ke Bogor dan motornya bisa ditarik lagi," lanjut Yanuar.

Menyoal pengejaran yang berisiko, Yanuar mengaku terjadi saat melalukan pengejaran hingga ke Madura. Meski diakuinya motor yang dilarikan penyewa bukan miliknya.

"Madura juga pernah tapi tim, saya tidak ikut. Jadi pernah ada motor yang dilarikan ke Jawa Timur, terus kontak teman sana ternyata lepas dan sudah sampai ke Madura," katanya.

Mendapat informasi tersebut, rekan-rekannya langsung melakukan pengejaran ke Madura. Sesampainya di Madura, tim yang berisi anggota RMI langsung melakukan pendekatan terhadap warga di kampung yang menjadi lokasi keberadaan motor rental anggotanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2