Penjelasan Dosen Unnes yang Dibebastugaskan Gegara Postingan Hina Jokowi

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2020 19:48 WIB
Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Fathur Rokhman, Rabu (24/7/2019).
Universitas Negeri Semarang (Unnes). (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Ia menjelaskan dosen yang bersangkutan dibebastugaskan sementara selama masa pemeriksaan hingga turun keputusan tetap.

"Dosen tersebut diperiksa karena mengunggah posting-an yang diduga mengandung penghinaan terhadap Presiden Republik Indonesia dan ujaran kebencian di media sosial Facebook pribadinya," jelasnya.

Burhan melanjutkan, hasil pemeriksaan diteruskan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk diproses lebih lanjut. Kemudian melalui Keputusan Rektor UNNES Nomor B/167/UN37/HK/2020, dosen tersebut dibebastugaskan sementara dari jabatan dosen untuk menjalani pemeriksaan yang lebih intensif.

"Rektor Unnes menyampaikan, kampusnya sangat tegas terhadap unggahan di media sosial dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Unnes yang berisi penghinaan terhadap simbol NKRI dan kepala negara. Pasal 218 ayat 1 RKHUP menyebutkan setiap orang yang di muka umum menyerang kehormatan atau harkat dan martabat diri Presiden atau Wakil Presiden dapat dikenai pidana," katanya.

"Ujaran kebencian dan penghinaan yang diunggah di media sosial juga diduga melanggar UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," imbuh Burhan.

Ia juga menyampaikan pesan Rektor Unnes untuk bijak dalam bermedia sosial. Burhan juga menyebut Unnes juga memiliki kewajiban menanamkan rasa cinta tanah air, menjaga keutuhan NKRI, dan mempertahankan nama baik Presiden sebagai simbol Negara Indonesia.

"Belajar dari persoalan ini, Rektor Unnes mengajak untuk bijak dalam bermedia sosial. Sesuai dengan surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2018, Rektor Unnes mengajak aparatur sipil negara (ASN) berperan membangun suasana yang kondusif di media sosial," pungkasnya.

Halaman

(alg/ams)