Akhirnya Terkuak, Ternyata Ini Alasan Foto Mahasiswi Pegiat Dakwah UGM Diblur

Larastining Retno Wulandari - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 11:48 WIB
Gedung Fak Geografi UGM
Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada (UGM). Foto: Larastining Retno W/detikcom
Yogyakarta -

Ketua Terpilih Jamaah Muslim Geografi (JMG) Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Sandy Danu A akhirnya memberikan penjelasan terkait pemburaman foto perempuan pada struktur organisasi. Sandy mengungkap foto itu diblur sesuai dengan keinginan mahasiswi ada dalam foto tersebut.

"Sepenuhnya, tidak ada paksaan. Pengebluran memang murni keinginan pribadi dari teman-teman," tegas Sandy saat ditemui detikcom di kampusnya, Kamis (13/2/2020).

Ia menjelaskan pengebluran dilakukan sebagai jalan tengah atas beberapa permintaan. Sebab, ada keragaman keinginan dari pengurus perempuan JMG.

"Dari teman-teman pengurus perempuan, ada yang menghendaki fotonya diperlihatkan. Sebagian juga ada yang keberatan fotonya muncul. Jadi, pengebluran adalah jalan tengahnya," jelas Sandy.

Meski pemburaman foto tetap dilaksanakan, Sandy membenarkan pernyataan dari Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY, Ahmad Muhsin Kamaludiningrat. Dalam tuntunan Islam, wajah bukan merupakan aurat.

"Memang benar apa yang dikatakan Sekretaris MUI DIY, tidak ada hubungannya dengan tuntunan Islam. Pengebluran ini memang benar-benar datang dari keinginan pribadi pengurus perempuan," lanjutnya.

Akhirnya Terkuak, Ternyata Ini Alasan Foto Mahasiswi Pegiat Dakwah UGM DiblurFoto: Ketua Terpilih Jamaah Muslim Geografi (JMG) 2020 UGM. (Larastining Retno Wulandari/detikcom)

Meski datang dari kemauan individu pengurus perempuan, Sandy tak menampik jika pengebluran ini memunculkan beragam interpretasi. Baginya, beragam interpretasi bukan masalah.

"Orang mau interpretasi apa, silakan. Bagi saya, itu tidak apa-apa," tutur Sandy.

Dalam kesempatan ini, Sandy menyatakan permasalahan ini telah selesai dengan dihapusnya posting-an foto blur itu. Mahasiswa angkatan 2018 ini menyampaikan, JMG sudah melaksanakan kesepakatan yang telah direkomendasikan dari Dekan beserta Wakil Fakultas Geografi. Bagi Sandy, ini menjadi tolok ukur selesainya kasus pengebluran foto perempuan tersebut.

"Kami sudah menurunkan unggahan dan menggantinya menjadi nama-nama kepengurusan. Bagi kami, dengan atau tanpa foto tersebut tidak masalah," ujar Sandy.

Selanjutnya
Halaman
1 2