Wuuuz! Naik KA Bandara Solo dari Klaten Cuma Sejam-an

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 12 Feb 2020 17:17 WIB
Penampakan kereta bandara tujuan Adi Soemarmo
Foto: Penampakan kereta bandara tujuan Adi Soemarmo (Acmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Warga Klaten kini bisa menumpang kereta untuk menuju ke Bandara Adi Soemarmo, Boyolali. Waktu tempuh dari Klaten ke bandara bisa dicapai sekitar satu jam.

detikcom menjajal perjalanan kereta Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS) ini pada Selasa (11/2) pukul 10.05 WIB. Kereta api kelas ekonomi ini butuh sekitar 69 menit tiba di bandara usai transit di tiga stasiun, yakni Stasiun Purwosari, Balapan, dan Kadipiro sekitar 15 menit.

Waktu tersebut jauh lebih singkat jika dibandingkan berkendara menggunakan mobil pribadi yang bisa memakan waktu mencapai 2 jam atau hampir tiga jam kalau menumpang bus. Dari catatan detikcom, kereta tiba di Stasiun Bandara Adi Soemarmo pukul 11.14 WIB. Kecepatan rata-rata kereta bercat hijau muda dan putih itu kisaran 50 kilometer per jam.

Kereta ini juga dilengkapi kursi penyandang disabilitas dilengkapi pengikat kursi roda. Satu rangkaian KA Bandara ini terdiri dari empat gerbong dengan kapasitas 206 tempat duduk.

"Jarak tempuh Klaten sampai Bias sekitar 43 kilometer. Waktunya kita perkirakan sekitar 1 jam, kalau lebih paling sedikit," ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kementerian Perhubungan, Danto Restyawan kepada wartawan di Klaten, Selasa (11/2/2020).

Uji coba perpanjangan jalur kereta BIAS ini dilakukan selama dua hari. Selama masa uji coba ini kereta BIAS masih gratis untuk pengunjung.

"Selama uji coba akan digratiskan setelah itu kita evaluasi. Nanti baru awal Maret diberlakukan tarif," lanjut Danto.

Wuuuz! Naik KA Bandara Solo dari Klaten Cuma Sejam-anFoto: Penampakan kereta bandara tujuan Adi Soemarmo (Acmad Syauqi/detikcom)

Danto mengaku masih menimbang besaran tarif kereta bandara ini. "Selama ini penumpang bandara paling banyak dari Stasiun Purwosari dan Klaten. Nantinya ke Klaten kita akan masuki jadwal yang longgar," tambah Danto.

Terpisah, Kepala PT KAI DAOP VI Yogyakarta, Eko Purwanto mengatakan kereta bandara ini tidak menggeser keberadaan kereta reguler. Namun masa uji coba ini menjadi pertimbangan untuk menyusun jadwal operasional.

"Kita lihat kondisi operasionalnya selama uji coba. Sebab ada kondisi-kondisi operasional tertentu yang perlu kita evaluasi," ujar Eko.

(ams/rih)