Round-Up

Buntut Panjang Foto Blur Mahasiswi Pengurus Lembaga Dakwah di UGM

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Feb 2020 22:23 WIB
Foto mahasiswi pengurus JMG UGM diblur, Selasa (11/2/2020).
Foto mahasiswi pengurus JMG UGM diblur, Selasa (11/2/2020). (Foto: Tangkapan layar media sosial)
Yogyakarta -

Foto mahasiswi pengurus Jamaah Muslim Geografi (JMG) Universitas Gadjah Mada (UGM) di akun Twitternya @JMG_UGM ramai dibicarakan di media sosial. Sebab dalam posting-an tersebut, foto mahasiswi yang menjadi pengurus JMG UGM disamarkan alias di-blur, sedangkan foto pengurus laki-laki tidak di-blur.

Akun tersebut masih bisa diakses pada pagi hari tadi, Selasa (11/2/2020). Namun sejak siang ini, akun tersebut telah di-protect.

Pantauan detikcom, foto yang jadi kontroversi di media sosial itu merupakan foto susunan kepengurusan JMG UGM. Tertulis dalam keterangan foto yang di-posting, "Inilah susunan kepengurusan JMG 1441-1442 H." Foto tersebut di-posting pada Jumat (11/2) lalu.

Salah satu akun yang mengomentari foto tersebut yakni Sekjen PSI Raja Juli Antoni. Melalui akun Twitter miliknya yakni @AntoniRaja, dia menulis,"Fiqh apa yang mengajarkan foto perempuan harus diblur Gus @na_dirs @sahaL_AS @Ayang_Utriza." Cuitan Toni ini mendapat respons dan balasan dari netizen.

Saat dimintai konfirmasi terkait foto blur pengurus perempuan JMG UGM dan kontroversinya, Kabag Humas dan Protokol UGM Iva Ariani mengatakan belum mengetahui secara jelas duduk perkaranya. Dia baru akan berkomunikasi dengan Direktorat Kemahasiswaan UGM.

"Ini pagi tadi ada yang tanya. Sekarang baru saya tanyakan ke Direktorat Kemahasiswaan. Saya juga belum tahu," ujar Iva kepada wartawan di UGM siang ini.

Iva menjelaskan belum mengetahui alasan kenapa wajah pengurus perempuan JMG UGM diblur. Dia pun belum bisa berkomentar terlalu banyak mengenai hal tersebut.

"Saya belum bisa komentar soal itu karena nanti kita juga akan konfirmasi, kita tanyakan ke teman-teman mahasiswa," bebernya.

Kasus seperti ini, lanjut Iva, sebelumnya belum pernah terjadi. Dia pun mengaku tidak mau berandai-andai untuk mengambil kebijakan sebelum ada komunikasi lebih lanjut.

"Kasus sebelumnya belum pernah dengar makanya ini saya akan komunikasikan ke Direktorat Kemahasiswaan dan komunikasikan ke mahasiswanya. Itu yang akan kita lakukan. Kita tidak bisa berandai-andai, kita komunikasikan dulu," tegasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3