Tentang Bu Tumini dan Calon Ahli Waris Warung Mi Ayamnya yang Legendaris

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Feb 2020 13:25 WIB
Pemilik Mi Ayam Bu Tumini meninggal dunia pada Jumat (7/2). Terpantau warungnya di Jalan Imogiri Timur, Yogyakarta, masih tutup hingga hari ini.
Mi ayam Bu Tumini yang legendaris di dekat Terminal Giwangan (Pradito Rida Pertana)
Yogyakarta -

Kabar meninggalnya pemilik mi ayam legendaris Bu Tumini meninggalkan duka bagi pencinta mi ayam di Yogyakarta. Penerus usaha mi ayam Bu Tumini yang legendaris itu pun menjadi sorotan.

Kabar duka meninggalnya pemilik mi ayam 'Bu Tumini' itu diunggah di akun Twitter @InfoMieAyamYK, posting-an pertama pada Sabtu (8/2) pukul 07.27 WIB. Tak lama setelah di-posting, unggahan itu langsung mendapat beragam reaksi dari netizen yang mendoakan pemilik warung legendaris itu husnul khotimah. Kata 'Bu Tumini' lalu melejit menjadi trending topic di Twitter.

Warung mi ayam Tumini terkenal di kalangan pencinta mie ayam Yogyakarta. Warungnya berlokasi di pinggir Jalan Imogiri Timur, Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Tepatnya di sebelah utara Terminal Bus Giwangan.

Setiap hari mereka mampu menjual 350-500 porsi. Bahkan, untuk menikmati semangkuk mi ayam Tumini, pengunjung harus rela mengantre.

Mi ayam Tumini sudah berdiri sejak 1990-an. Saat itu Tumini beserta suaminya membuka warung mi ayam di sekitar Terminal Bus Giwangan.

"Benar, Bu Tumini jualan mi ayam. Aslinya Salatiga, suaminya di sini (Jatiayu) tapi sudah meninggal lebih duluan. Bu Tumini KTP Jatiayu," terang Kepala Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Giyono, Sabtu (8/2/2020).

Sosok Bu Tumini pemilik warung mi ayam legendaris yang kini telah tiadaSosok Bu Tumini, pemilik warung mi ayam legendaris yang kini telah tiada (Foto: Dok Keluarga)

Giyono mengatakan Tumini meninggal pada Jumat (7/2) malam. Tumini lalu dimakamkan pada Sabtu (8/2) pukul 11.00 WIB di pemakaman umum setempat.

Terpisah, anak pertama Tumini, Eko Supriyanto (41), mengatakan ibunya itu tak memiliki riwayat penyakit. Sebelum meninggal, Tumini pulang ke rumahnya di Pleret. Sesampai di rumah, Tumini mengeluhkan tidak enak badan.

"Dari cerita adik saya, jam 9 malam itu (Tumini) minta makan. Sebelumnya ngobrol sama adik saya kalau badannya kurang fit, terus minta makan," kata Eko saat ditemui di rumah Tumini, Dusun Sawahan 5, Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, DIY, Senin (10/2).

Simak Video "Pemilik Mie Ayam Legendaris 'Tumini' Meninggal Dunia"

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2