28 Kambing di Wonogiri Mati Misterius, Polisi Duga Ini Sebabnya

Aris Arianto - detikNews
Senin, 10 Feb 2020 19:32 WIB
Olah TKP kasus puluhan ekor kambing mati di Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah, Wonogiri, Senin (10/2/2020).
Olah TKP kasus puluhan ekor kambing mati di Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah, Wonogiri, Senin (10/2/2020). (Foto: Dok. Polsek Karangtengah, Wonogiri)
Wonogiri -

Sebanyak 28 ekor kambing milik warga Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri mati dalam kurun tiga hari ini. Diduga hewan ternak itu diserang oleh kawanan anjing liar.

"Sementara hasil kordinasi kami dengan BKSDA, dokter hewan, dan pemerintah setempat, bahwa hewan yang mati tersebut akibat serangan binatang buas," kata Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing kepada wartawan di Mapolres Wonogiri, Senin (10/2/2020).

Christian mengungkap polisi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan pihak terkait turun tangan melakukan penyelidikan kasus ini. Berdasarkan hasil olah TKP, lanjutnya, kambing jenis gembel ditemukan dalam keadaan mati di sekitar kandang dengan luka gigitan pada bagian leher dan perut. Jarak antargigitan adalah 2 sentimeter.

28 Kambing di Wonogiri Mati Misterius, Polisi Duga Ini SebabnyaOlah TKP kasus puluhan ekor kambing mati di Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah, Wonogiri, Senin (10/2/2020). Foto: Dok. Polsek Karangtengah, Wonogiri.

Belum diketahui persis waktu kejadian matinya puluhan kambing itu. Namun, diketahui wilayah Desa Ngambarsari berdekatan dengan kawasan hutan dan perbukitan yang dihuni binatang liar.

"Menurut penjelasan dari BKSDA dan Dinas Kesehatan Hewan Distrik Batuwarno, matinya kambing-kambing tersebut akibat serangan anjing hutan. Dikuatkan oleh jarak gigitan 2 sentimeter, dan tidak ditemukan jejak kaki hewan lain (selain anjing) yang memangsa kambing tersebut di TKP," terangnya.

Laporan sementara, kambing yang mati sejak Jumat (7/2) hingga hari ini berjumlah 28 ekor dan yang terluka dengan kondisi masih hidup empat ekor. Polisi mengimbau masyarakat tidak mengonsumsi daging kambing yang mati tersebut.

"Kami akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap lebih jelas kejadian tersebut," ujar Christian.

(rih/sip)