Jadi Perantara Suap Bupati Kudus, Stafsus Dituntut 6 Tahun Bui

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 10 Feb 2020 19:21 WIB
Stafsus Bupati Kudus M Tamzil, Agoes Soeranto dituntut 6 tahun bui, Senin (10/2/2020)
Stafsus Bupati Kudus M Tamzil, Agoes Soeranto dituntut 6 tahun bui (Foto: Angling/detikcom)
Semarang -

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut staf khusus (stafsus) Bupati Kudus nonaktif M Tamzil, Agoes Soeranto, enam tahun penjara terkait kasus jual beli jabatan. Agoes juga dituntut denda serta diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara atas perbuatannya.

"Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 6 tahun dan denda sebesar Rp 250 juta, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan," kata JPU, Joko Hermawan saat membacakan tuntutan di Pengadilam Tipikor Semarang, Jl Siliwangi, Semarang, Senin (10/2/2020).

Terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 50 juta. Kerugian negara itu sudah diganti sebagian, maka terdakwa tinggal membayar Rp 35 juta subsider 1 bulan kurungan.

"Terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," ujar Joko dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Sulistyono itu.

Jaksa menyatakan terdakwa menerima uang suap dari Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kudus, Akhmad Shofian untuk Bupati Kudus, M Tamzil. Terdakwa dinyatakan menerima bagian sebesar Rp 50 juta.

"Terdakwa turut menikmati Rp 50 juta," ujar Joko.

"Patut diduga Bupati Tamzil mengetahui pemberian uang tersebut, karena tidak mungkin terdakwa menerima uang tersebut tanpa sepengetahuan bupati," tegasnya.

Dalam kasus ini, Bupati Kudus nonaktif M Tamzil didakwa menerima duit suap sebesar Rp 750 juta dari Plt Sekretaris DPPKAD Kudus Akhmad Shofian. Duit ini diserahkan melalui ajudan bupati, Uka Wisnu Sejati dan Agoes Soeranto dalam tiga tahap.

Uang itu diberikan dengan tujuan agar Akhmad Shofian dan istrinya Rini Kartika diangkat dan mendapat jabatan baru setingkat dengan eselon III. Uang itu diberikan ke Bupati Tamzil untuk memuluskan karir keduanya.

Tonton juga Eks Pejabat Kemenkeu Akui Dijanjikan Fee oleh Sukiman :

[Gambas:Video 20detik]

(ams/sip)