Bupati Tamzil Didakwa Terima Suap Rp 750 Juta dan Gratifikasi Rp 2,5 M

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 14:16 WIB
Foto: Bupati M Tamzil/Angling-detikcom
Semarang - Bupati nonaktif Kudus, M Tamzil didakwa menerima suap Rp 750 juta terkait pengisian jabatan di wilayahnya. Jaksa juga menyebut Tamzil menerima gratifikasi senilai Rp 2,5 miliar.

Jaksa Penuntut Umum Helmi Syarief mengatakan suap yang diterima Tamzil berasal dari Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kudus Akhmad Shofian yang diserahkan melalui ajudan bupati Uka Wisnu Sejati dan staf khusus bupati Agoes Soeranto dalam 3 tahap.

"Tindak pidana suap tersebut terjadi pada kurun waktu Februari hingga Juni 2019," kata Helmi di ruang sidang Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (11/12/2019).


Helmi mengatakan uang suap sebesar Rp 750 juta diberikan dengan tujuan agar Akhmad Shofian dan istrinya Rini Kartika diangkat dan mendapat jabatan baru setingkat dengan eselon III. Uang itu diberikan ke Bupati Tamzil untuk memuluskan karir keduanya.

"Terdakwa mengetahui uang sebesar Rp 750 juta untuk menggerakkan terdakwa sebagai pejabat pembina kepegawaian Pemkab Kudus yang memiliki kewenangan dalam pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian pegawai pemerintahan Kabupaten Kudus," jelas Helmi.

"Supaya mengangkat Akhmad Shofian dalam jabatan administrator/Eselon IIIa dan mengangkat istri Akhmad Shofian yaitu Rini Kartika Hadi Ahmawati dalam jabatan tinggi Pratama/Eselon II Pemerintahan Kabupaten Kudus," imbuhnya.


Selain uang suap, Tamzil juga disebut menerima gratifikasi senilai Rp 2,57 miliar yang diterima dari delapan orang dengan besaran yang berbeda. Penyerahan uang terjadi sejak September 2018 sampai Juli 2019.

"Sejak menerima uang seluruhnya sebesar Rp 2.575.000.000 terdakwa tidak melaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sampai dengan batas waktu 30 hari sebagaimana yang dipersyaratkan Undang-undang," ujar Helmi.
Selanjutnya
Halaman
1 2