DPRD DKI Jakarta 'Belajar' Penanganan Banjir di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 07 Feb 2020 18:56 WIB
Komisi D DPRD DKI Jakarta menyambangi kantor Wali Kota Semarang, Jumat (7/2/2020).
Komisi D DPRD DKI Jakarta menyambangi kantor Wali Kota Semarang, Jumat (7/2/2020). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Komisi D DPRD DKI Jakarta menyambangi kantor Wali Kota Semarang. Mereka 'belajar' soal penanganan banjir hingga soal sampah. Apa saja yang dipelajari?

Ketua Komisi D DPRD Jakarta Ida Mahmudah mengatakan pihaknya cukup kagum dengan pencapaian Kota Semarang yang bisa mengurangi banjir dengan anggaran yang kecil jika dibanding dengan Jakarta.

"Perlu jadi contoh, tidak perlu anggaran besar tapi pengurangan banjir signifikan, dari 40 sekian persen (area berpotensi banjir) tinggal) 14 persen, luar biasa," kata Ida usai pertemuan dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Jumat (7/2/2020).

Menurut Ida, berbagai hal turut dibahas di antaranya penertiban PKL, pariwisata, dan penataan kabel komunikasi dengan sistem ducting.

"Ini buat contoh untuk pembahasan anggaran 2021, banyak hal yang akan dicontoh," jelas Ida.

Ia menyebutkan, Jakarta tidak memiliki anggaran khusus untuk penanganan banjir. Namun, dinas yang menangani sumber daya air Jakarta memiliki anggaran hampir Rp 3 triliun untuk banyak hal.

"Secara khusus tidak dianggarkan, di dinas SDA ada hampir Rp 3 triliun untuk pembebasan lahan, pembuatan waduk, pembersihan kali, dan sebagainya," ujarnya.

Tonton video Kemayoran Banjir, Bocah-bocah Tangkap Biawak di Jalanan: