Kasus Perusakan Hutan Lereng Lawu, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Andika Tarmy - detikNews
Selasa, 04 Feb 2020 18:18 WIB
Rencana pembukaan lokasi wisata di lereng Gunung Lawu, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu berujung pada perusakan hutan. Hutan yang tadinya dipenuhi pohon hijau kini terlihat gundul.
Perusakan hutan lindung di lereng Gunung Lawu, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar. (Foto: Andika Tarmy/detikcom)
Karanganyar -

Polisi menetapkan satu tersangka dalam kasus perusakan hutan lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar. Tersangka adalah penanggung jawab pelaksana proyek, Suwarto (46).

"Terkait kasus ini, kami sudah menetapkan satu orang tersangka, atas nama S. Yang bersangkutan merupakan penanggung jawab pelaksana proyek," kata Kasat Reskrim Polres Karanganyar AKP Ismanto Yuwono saat dihubungi, Selasa (4/2/2020).

Ismanto menjelaskan, Suwarto diduga melakukan perusakan hutan lindung karena melakukan penebangan kayu tanpa izin. Berkedok pembukaan objek wisata di Kelurahan Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, tersangka malah merusak kawasan hutan.

Sementara itu untuk pemilik objek wisata selaku penyewa lahan Perhutani tidak dijadikan tersangka. Menurut Ismanto, penebangan pohon tersebut merupakan inisiatif pribadi tersangka.

"Pemilik tidak memerintahkan (penebangan)," sebutnya.

Saat ini polisi berupaya merampungkan penyusunan berkas perkara agar bisa dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Karanganyar. Sebanyak 13 saksi dan ahli telah diperiksa, salah satunya ahli dari pihak Perhutani.

"Kami meminta keterangan ahli dari Perhutani KPH Surakarta. Ahli ditanya seputar kayu itu masuk ke dalam kayu hutan lindung atau tidak? Terus prosedur perobohan (pohon) itu seperti apa?" ujar Ismanto.

Berdasarkan keterangan dari Perhutani, terang Ismanto, kayu yang ditebang merupakan kayu pinus yang masuk dalam kawasan hutan lindung. Selain itu, penebangan pohon sebetulnya bisa dilakukan dengan mengirimkan surat izin ke Perhutani. Surat kemudian ditindaklanjuti oleh Perhutani bersama muspika setempat dengan mengecek ke lokasi sebelum menyetujui penebangan pohon.

"Kemarin pihak pemilik sudah mengajukan (izin penebangan). Tapi belum ada persetujuan (dari Perhutani), tersangka sudah mengambil inisiatif (menebang) dulu," papar Ismanto.

Diberitakan sebelumnya, Polres Karanganyar menghentikan aktivitas pengelolaan hutan sebagai tempat wisata di wilayah lereng Gunung Lawu, tepatnya di Kelurahan Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Kamis (9/1). Pengelola diduga melakukan perusakan alam dengan mengerahkan alat berat untuk menebangi pohon dan meratakan tanah. Video aktivitas perusakan ini viral di media sosial hingga membuat kepolisian bertindak.

Tonton juga video Panglima TNI Lepas Satgas Bantuan Kebakaran Hutan di Australia:

[Gambas:Video 20detik]

(rih/ams)