Pahit Getir Kehidupan Ardian, Relawan Penolong Sukiyah Gimbal

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 29 Jan 2020 15:49 WIB
ardian, relawan penolong sukiyah di getasan, semarang
Ardian di depan rumah Sukiyah di Getasan, Kab Semarang. (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Nama relawan Ardian Kurniawan Santoso ramai dibicarakan setelah aksinya menolong Sukiyah (50), yang bertahun-tahun hidup sendiri di rumahnya di Getasan, Kabupaten Semarang. Ketulusan hatinya sebagai relawan ternyata merupakan buah kegetiran masa lalu mengarungi kehidupan.

Keterlibatannya di dunia relawan adalah karena 'kecelakaan'. Dalam kondisi terpuruk setelah keluar-masuk penjara, dia mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya. Dia mengira, sebagai relawan, akan mendapat gaji layaknya bekerja di sebuah perusahaan.

Pada 2014, Ardian terlibat dalam kasus penggelapan 7,5 ton beras yang sedang diangkutnya sebagai sopir truk. Atas tindakannya itu, dia mendekam 2 tahun di Lapas Kelas II-B Jember.

Namun Ardian masih mengulangi kejahatan lagi dengan membobol sebuah toko kelontong. Untuk kasus kedua, dia divonis hukuman 1 tahun 4 bulan. Semula dikurung di Rutan Salatiga, namun kemudian dipindah ke Rutan Boyolali karena pelanggaran perkelahian.

Selepas dari hukuman, keluarganya berantakan. Ardian bergabung dengan kehidupan jalanan. Berbaur dengan pengemis dan gelandangan yang serba-kekurangan. "Saya mulai berpikir, andai saya kaya dan bisa memberi mereka, betapa bahagianya mereka," imbuh pria kelahiran 10 Juli 1987 itu.

Pada saat sedang dalam kondisi terpuruk, dia mendapat kabar bahwa anaknya merengek minta dibelikan motor. Saat dia kesulitan mencari uang dan keinginan memenuhi harapan anak, sempat tebersit di benaknya untuk mengambil jalan pintas dengan mencuri.


Namun Ardian ingin membuat anaknya bangga pada sosok ayah kandungnya. "Saya bingung bagaimana cara mendapat motor. Kepikiran mau maling, tapi saya kasihkan anak saya, tidak tega," katanya.

[Gambas:Video 20detik]


Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4