Polisi Tutup Kasus Nenek Viral Ditendang-Diseret di Pasar Sleman

Pradito Rida Pertana - detikNews
Sabtu, 25 Jan 2020 15:22 WIB
Nenek Rubingah yang viral karena ditendang dan diseret di Pasar Protojayan, Sleman, Jumat (24/1/2020). (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Polisi menyebut kasus dugaan penganiayaan terhadap nenek Rubingah (60) di Pasar Potrojayan, Prambanan, Sleman telah selesai. Pihak terkait telah bertemu dan saling memaafkan.

"Saya hanya ingin menegaskan dan meluruskan kaitannya dengan kejadian di Pasar Prambanan yang menimpa Ibu Rubingah," kata Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah di Mapolres Sleman, Sabtu (25/1/2020).

"Jadi kejadian yang terjadi pada tanggal 20 (Januari) itu sudah clear, sudah disepakati kedua belah pihak dan sudah saling memaafkan. Selain itu, korban juga tidak menuntut," sambung Rizky.

Soal Nenek yang Ditendang di Sleman, Polisi: Sudah ClearKapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah, Sabtu (25/1/2020). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Rizky menjelaskan, baik Rubingah dan pria yang diduga menendang Rubingah telah bertemu pada tanggal 23 Januari di Polsek Prambanan. Hasilnya, mereka sudah berdamai.

"Bahwa betul memang kalau ada peristiwa yang diduga mengambil dan penganiayaan. Tapi, dari awal sudah saya sampaikan kepada penyidik, betul lihat fakta, tapi kita lihat, dalami dulu, dan nanti kita gunakan asas kemanusiaan (dalam menanganinya)," ucapnya.

"Setelah itu, kita bersama teman-teman, dibantu satgas dari Pemda bersepakat untuk melakukan mediasi, dan alhamdulillah tanggal 23 kemarin sudah ada kesepakatan antara yang diduga menendang dan Rubingah," imbuh Rizky.

Menurut Rizky, polisi lebih memilih langkah mediasi karena setelah didalami ternyata Rubingah saat ini hanya tinggal sendiri. Selain itu, Rubingah mengalami depresi.

"Setelah kita dalami, beliau ini (Rubingah) ternyata tinggal sendiri dan anaknya di Jakarta. Kemudian (Rubingah) juga agak terganggu (kejiwaannya), itu keterangan dari para tetangga," katanya.

Berkaca dari kejadian tersebut, Rizky meminta kepada masyarakat agar tidak ringan tangan dalam menghadapi masalah. Menurutnya, apabila terjadi kejadian serupa, masyarakat dapat langsung menghubungi Bhabinkamtibmas untuk membantu menyelesaikannya.

"Jadi, kepada masyarakat janganlah mudah melakukan kekerasan, tolong kalau ada apa-apa hindari kekerasan. Masyarakat bisa serahkan ke kami lewat Bhabinkamtibmas, untuk selanjutnya kita mediasi," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2