4 Desa yang 59 Tahun Tak Berpenghuni Gegara Erupsi Merapi Kini 'Hilang'

Eko Susanto - detikNews
Sabtu, 25 Jan 2020 14:26 WIB
Awan panas letusan Gunung Merapi, Senin (14/10/2019). (Foto: dok. BPPTKG)
Magelang -

Empat desa di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang yang terdampak erupsi Gunung Merapi tahun 1961 saat ini tak berpenghuni lagi. Status empat desa tersebut, yakni Desa Ngimbal, Desa Brubuhan, Ngori, dan Kali Gesik secara administrasi juga telah dihapus oleh Pemprov Jawa Tengah.

"Tahun 1976, gubernur menetapkan bahwa empat desa itu dihapus. Jadi secara administrasi Desa Ngimbal, Desa Brubuhan, Ngori, dan Kali Gesik itu dihapus," kata Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, Jumat (24/1/2020).


Nanda menjelaskan, empat desa yang berjarak sekitar 3 km dari puncak Merapi tersebut ditetapkan sebagai kawasan merah rawan bencana. Selanjutnya seluruh penduduknya diikutkan program transmigrasi.

"Empat desa itu tidak boleh ditempati, tidak boleh dihuni dan itu menjadi kawasan merah, zona bahaya karena persis di bawah Merapi. Sehingga Provinsi Jawa Tengah saat itu, Pak Gubernur saat itu mentransmigrasikan para penduduk di sana karena sudah tidak bisa ditempati di sana," ujarnya.

Diwawancarai terpisah, Kepala Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Yusuf Herlambang, mengatakan wilayah administrasi Desa Ngori dan Kali Gesik sekarang masuk ke Desa Kemiren. Sedangkan administrasi Desa Ngimbal dan Desa Brubuhan bergabung ke Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung.

"Desa Ngori sama Kali Gesik, ikut wilayah administrasi Desa Kemiren. Desa Ngimbal sama Brubuhan, ikut wilayah administrasi Desa Kaliurang," ujarnya, Jumat (24/1).

Tak Berpenghuni Lagi, 4 Desa Ini 'Hilang' Pascaerupsi Merapi 1961Wilayah desa di Kecamatan Srumbung, Magelang yang terdampak erupsi Gunung Merapi tahun 1961 kini menjadi hamparan hijau, Jumat (24/1/2020). Foto: Eko Susanto/detikcom

Pantauan detikcom, medan untuk sampai di lokasi empat desa tersebut cukup sulit. Salah satunya untuk menuju Desa Ngori, bisa ditempuh dari desa terdekat yakni Desa Kemiren. Jika cuaca tidak mendukung, cukup sulit untuk menjangkau wilayah Desa Ngori yang kini menjadi hamparan ditumbuhi tanaman liar.

Yusuf menjelaskan Desa Ngori kini menjadi lahan pertambangan. Namun dia tak menjelaskan tambang apa yang dimaksud. "Ngori itu hamparan, menjadi lahan pertambangan," kata Yusuf.

"Kalau yang di luar itu menjadi lahan rakyat. Jadi tanaman bebas, tanaman yang penting di situ ada istilahnya ada keinginan untuk menghijaukan, itu saja. Tidak termotivasi untuk bisnis maupun ekonomi, yang penting bisa terawat, terjaga dengan baik," lanjutnya.

Yusuf mengungkapkan, akibat erupsi Merapi tahun 1961, batas antardesa terdampak tidak diketahui lagi. Demikian halnya dengan kondisi perkampungan maupun lainnya.

"Tidak diketahui karena tersapu lahar. Bekas rumah maupun makam tidak terlihat," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2