Gubernur Ganjar Datangi Keraton Agung Sejagat Purworejo

Rinto Heksantoro - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 20:25 WIB
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di Keraton Agung Sejagat, Purworejo. Foto: Dok Pemprov Jateng
Purworejo - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengunjungi kompleks Keraton Agung Sejagat di Purworejo. Rombongan Ganjar tiba di kompleks keraton itu petang tadi.

Ganjar tampak mendekati batu prasasti yang diakui 'raja' dan 'ratu' Keraton Agung Sejagat, yakni Toto Santoso dan Fanni Aminadia sebagai bagian dari kebohongan mereka. Keduanya sudah mengaku batu itu dipahat dengan pola yang gambarnya dicomot dari internet.

Dalam kunjungan itu, Ganjar menegaskan siapapun yang ingin 'mendirikan' kerajaan atau mau jadi raja harus izin ke pemerintah terlebih dahulu.

"Maksud saya kalau memang tidak ada situs yang beneran nggak usah. Maka saya sampaikan kalau yang mau jadi raja mendirikan kerajaan izin pemerintah dulu," kata Ganjar di kompleks Keraton Agung Sejagat, Desa Pogung Jurutengah, RT 01/ RW 03, Kecamatan Bayan, Selasa (21/1/2020).


Meski menyarankan untuk meminta izin, Ganjar tidak bisa menjamin bahwa kerajaan-kerajaan yang tidak jelas alias abal-abal akan diberi izin. Masyarakat juga diminta untuk tetap hati-hati.

"Tadi ada yang tanya, 'Pak Ganjar, bisa menjamin nggak, tidak berdiri lagi? ya nggak bisa. Lha wong ini turu, terus ketemu demit terus bikin kerajaan, ya bisa kok. Makanya saya bilang masyarakat hati-hati jangan mudah ketipu. Ciri-ciri nipunya apa, pasti janjinya muluk-muluk dan pasti sesuatunya itu tidak masuk diakal," tutupnya.


Apalagi jika kerajaan atau keraton itu didirikan untuk tipu-tipu. Ganjar menegaskan modus tersebut tentu dilarang.

"Yang tidak boleh adalah kalau kemudian membuat semacam ini (kerajaan) dengan menipu, yang tipu-tipu nggak boleh," kata Ganjar.




'Raja' Toto Santoso: Keraton Agung Sejagat Fiktif:

[Gambas:Video 20detik]



(sip/sip)