Round-Up

Akhir Kisah Z Siswi Korban Teror Karena Tak Berjilbab: Pindah Sekolah

Andika Tarmy - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 07:10 WIB
(Foto: Unsplash/JankoFerlic)
Sragen - Kasus teror yang menimpa Z, siswi kelas X SMA Negeri 1 Gemolong, Sragen, terselesaikan. Z yang mendapat tekanan teror pesan via WhatsApp dari salah seorang pengurus Kerohaian Islam (Rohis) di sekolahnya, akhirnya memutuskan pindah sekolah.

Z mendapatkan pesan via WhatsApp dari salah seorang pengurus Kerohaian Islam (Rohis) di sekolahnya, yang isinya meminta Z untuk segera mengenakan jilbab. Pesan ini berubah menjadi teror karena dikirim hampir setiap hari sejak September 2019, disertai kata-kata yang menjurus intoleran dan menghina orang tua Z.

Z yang tertekan batinnya, melapor ke ayahnya, Agung Purnomo, yang kemudian mendatangi pihak sekolah untuk melayangkan protes. Kejadian ini kemudian viral hingga memantik reaksi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, untuk angkat bicara. Ganjar berjanji akan menyelesaikan kasus tersebut.


Dikonfirmasi, Kepala SMA Negeri 1 Gemolong, Sragen, Suparno membenarkan peristiwa tersebut. Pada 9 Januari lalu, Suparno mengatakan masalah tersebut telah selesai. Menurutnya, kedua pihak sudah berangkulan. Dia juga berjanji akan mengevaluasi kegiatan Rohis supaya bermanfaat dan tidak membuat gempar.

Namun hal berbeda diungkapkan ayah Z, Agung Purnomo. Agung menyebut masalah ini belum tuntas. Dia ingin ada langkah nyata dari sekolah untuk mencegah kasus ini terulang lagi.


Agung berpendapat pihak sekolah perlu menghentikan sementara kegiatan Rohis dan mengkaji ulang SOP-nya. Dia berharap bibit intoleransi seperti ini tidak lagi meracuni anak-anak tersebut. "Sekolah itu kan milik negara. Jadi seberapa besar sekolah mampu menyediakan satu ruang yang mampu menerima perbedaan," ujarnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3