Warga Ingin 'Prasasti' Keraton Agung Sejagat Purworejo Dipindah

Pradito Rida Pertana - detikNews
Sabtu, 18 Jan 2020 17:59 WIB
Foto: Batu Prasasti Keraton Agung Sejagat Purworejo (Istimewa)
Purworejo - Keberadaan batu 'prasasti' di Kompleks Keraton Agung Sejagat, Purworejo membuat resah warga di Desa Pogung Juru Tengah, RT 03 RW 01, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Mereka berharap batu yang disebut 'Prasasti Ibu Bumi Mataram II' itu dipindahkan.

Pantauan detikcom, di lokasi, Sabtu (18/1), prasasti berupa batu berwarna hitam itu masih berdiri di dalam kompleks Keraton Agung Sejagat. Batu itu juga masih dikelilingi garis batas polisi.


Salah seorang warga setempat, Sri Hartini (65) mengaku resah dengan kehadiran batu itu. Apalagi batu besar itu kerap menjadi tempat ritual para pengikut 'Raja' Toto Santoso dan 'Ratu' Fanni Aminadia.

"Kalau saya ya minta batunya dipindah, karena menakutkan itu sering dipakai untuk ritual-ritual. Ritualnya itu tidak tentu, tapi biasanya malam hari dan seperti nyanyi-nyanyi sama doa itu," kata Sri saat ditemui detikcom di Desa Pogung Juru Tengah, RT 03 RW 01, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Sabtu (18/1/2020).

Warga Ingin 'Prasasti' Keraton Agung Sejagat Purworejo DipindahFoto: Warga sekitar Keraton Agung Sejagat Purworejo, Jumeri (Pradito/detikcom)

Hal senada juga disampaikan Jumeri (80). Jumeri juga menginginkan agar batu tersebut agar segera dipindahkan.

"Karena yang nyembah batu itu banyak, saya pernah lihat sendiri itu. Terus saya mikir, batu itu bisa ngasih apa kok sampai disembah-sembah gitu. Jadi kalau saya pribadi yang ingin batunya segera dipindah, karena untuk nyembah itu mas, dan sering bau tidak enak dari situ (Keraton Agung Sejagat), mungkin dari sesajinya, tapi yang jelas baunya itu menggangu sekali," kata Jumeri saat ditemui di rumahnya.



Geger Keraton Sejagat-Sunda Empire, Kepala BIN: Fenomena Lama:


Selanjutnya
Halaman
1 2