Polisi: Tak Ada Keraton Agung Sejagat di Klaten, tapi...

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 18:00 WIB
Suasana pemeriksaan pengikut Keraton Agung Sejagat di Klaten (Foto: Acmad Syauqi/detikcom)
Klaten - Polisi memastikan cabang Keraton Agung Sejagat di Kabupaten Klaten bukan berupa keraton. Sebab, para pengikut dari Klaten ini hanya berkumpul untuk membayar iuran pembangunan Keraton Agung Sejagat di Purworejo.

"Jadi tidak ada kerajaan di Klaten, di sini cuma pengikut sebab kerajaan di Purworejo. Di Klaten kadang ada kumpul di salah satu rumah," kata Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo pada wartawan usai acara Jumat Berkah di RSPD, Jumat (17/1/2020).


Para pengikut di Klaten ini terdeteksi berjumlah 28 orang dari Kecamatan Prambanan, Jogonalan, dan Wedi.

Para pengikut Keraton Agung Sejagat ini mengaku membayar untuk baju seragam, tanda anggota, dan ikut iuran membangun keraton di Purworejo.


Terpisah, Wreda Menteri Keraton Agung Sejagat Sri Agung menuturkan ada 28 orang dari Klaten yang terdaftar sebagai pengikut Raja Toto Santoso. Ke-28 pengikut itu di bawah koordinasi Mahamenteri yang bernama Wiwik Untari.

"28 anggota tercatat. Itu yang dikoordinir Bu Wiwik dan yang lain atau di daerah lain saya tidak tahu," ujar Sri Agung saat ditemui detikcom di rumahnya.


Simak Video "Makam di Kontrakan Raja-Ratu Keraton Agung Sejagat Dibongkar!"

[Gambas:Video 20detik]

(ams/rih)